99 Cara Berpikir Ala Sherlock Holmes Pdf Download
Janvier Bender <[email protected]> Thu, 18 Jan 2024 08:12:10 -0800 (PST)
| Newsgroups | alt.books.roger-zelazny |
|---|---|
| Message-ID | <[email protected]> |
"Yang ditawarkan oleh Sherlock Holmes bukan hanya cara memecahkan masalah, melainkan cara berpikir juga... Nalar tersebut lahir dari metode ilmiah yang melebihi sains dan kriminalitas, serta dapat dijadikan pedoman berpikir hingga pedoman gaya hidup. Hal tersebutlah yang membuat Sherlock Holmes menarik di zaman Sir Conan Doyle hingga sekarang," papar Konnikova. "Sherlock Holmes melakukan apa yang William James sarankan: melatih kewaspadaannya dan menggunakannya untuk mencapai berbagai prestasi dengan cara berpikir lebih baik dan mengambil keputusan lebih optimal," papar Langer. 99 cara berpikir ala sherlock holmes pdf download Download File https://t.co/sogNWZnPwt Untuk meningkatkan cara berpikir imajinatif, adalah hal yang sehat untuk mundur sebentar dari masalah tersebut. Perry mengatakan bahwa semakin jauh kita mundur dari masalah tersebut, semakin besar gambaran yang kita dapatkan. Sherlock Holmes dikenal sebagai detektif genius, tetapi kebanyakan orang dapat melatih pikiran mereka untuk berpikir seperti tokoh terkenal ciptaan Sir Arthur Conan Doyle tersebut hanya dengan meniru cara Sherlock berperilaku. Ajari diri Anda melakukan pengamatan yang lebih baik dan untuk menganalisis pengamatan itu dengan lebih efektif. Apabila Anda ingin tantangan yang lebih besar, bangun juga sebuah "istana pikiran" atau "loteng pikiran" untuk menyimpan informasi. Apa sih yang membuat Sherlock Holmes begitu terkenal dan disukai? Selain karena penggambaran karakternya yang unik dan nyentrik, Sherlock Holmes juga dikenal karena kecerdasannya dalam memecahkan misteri dari kasus-kasus sulit menggunakan cara berpikir deduktif. Sherlock Holmes mungkin hanya dikenal sebagai tokoh fiksi abad lampau rekaan Sir Arthur Conan Doyle yang mendunia. Namun tak bisa dipungkiri cara berpikir sang tokoh membuat ia menjadi penelitian para ahli neurologi abad ini, khususnya bagaimana cara Sherlock Holmes berpikir secara rasional. Pola pikir rasional ada salah satu kajian dalam bidang neurologi serta psikologi. Termasuk cara berpikir secara empiris. Hal ini sesuai yang pernah diungkapkan oleh seorang psikolog muda bernama Aisyah Rizkiyah Syihab yang juga penggemar kisah detektif, bahwasanya tokoh Sherlock Holmes cara berpikir yang rasional, sedangkan Hercule Poirot berpikir secara empiris. Kedua cara berpikir tersebut sering kita temui dalam beberapa mata kuliah, seperti Dasar-Dasar Filsafat, Sejarah Pemikiran Modern dan lain sebagainya. Lantas apa yang membuat cara berpikir rasional dari tokoh fiksi bisa dijadikan bahan penelitian? Artikel yang dikutip dari situs National Geographic Indonesia di bawah ini akan mengulasnya secara ringkas. Salah satu konsep mendasar yang dibahas dalam buku tersebut adalah tentang dua sistem dalam otak manusia, yaitu pikiran sadar dan autopilot. Keduanya bekerja secara bersamaan, tetapi sistem berpikir yang berbeda. Namun, kecenderungan untuk mengandalkan sistem autopilot bisa membatasi kemampuan kita dalam mencari solusi kreatif. Pikiran sadar memerlukan energi lebih untuk beroperasi sehingga kita sering kali cenderung mengubah banyak aspek berpikir kita menjadi rutinitas. Oleh karena itu, pentingnya menyadari dualitas sistem ini untuk mengarahkan pikiran sadar kita untuk berpikir secara lebih analitis dan kreatif. Dengan mengerti bagaimana otak bekerja dalam berpikir dan menyelesaikan masalah, kita dapat melatih diri untuk menjadi lebih efektif dalam menghadapi tantangan. Menggunakan pendekatan yang sistematis, berpikir reflektif, dan menggabungkan kreativitas akan membantu kita mengatasi hambatan dengan cara yang inovatif. Bagi kalian yang menggemari film dengan genre detektif dan misteri pasti sudah tidak asing lagi dengan Sherlock Holmes. Karakter yang pernah diperankan oleh Robert Downey Jr dan Benedict Cumberbatch ini menjadi sangat ikonik karena cara berpikirnya yang sangat unik, namun juga bisa dikatakan cukup sederhana. Sebagian dari kalian mungkin bertanya "apakah kita juga bisa berpikir seperti Sherlock Holmes?". Yuk, kita bahas. Sebelum kita membahas cara berpikir dari karakter satu ini, ada baiknya untuk memperkenalkan siapa karakter ini sebenarnya. Sherlock Holmes merupakan tokoh detektif fiksi klasik karya Sir Arthur Conan Doyle. Sherlock Holmes pertama kali diperkenalkan pada novel beliau yang berjudul "A Study in Scarlet". Selain Aristoteles, tokoh lain yang juga berpengaruh pada cara berpikir ini adalah Rene Descrates. Beliau mengembangkan metode deduktif dalam mencari suatu kebenaran yang pasti. Descartes menganggap deduktif merupakan metode penalaran yang lebih unggul dan lebih dapat dipercayai daripada induktif. Tentang apanya lagi? Wajar pertanyaan semacam ini muncul di benak kita, karena memang ada beberapa buku bahkan penelitian yang menganalisis terkait satu tokoh fiksi ini, sherlock holmes. Tapi, tenang. Buku ini termodifikasi dengan sajian yang berbeda dari yang lain. Mempelajari Sherlock Holmes berfikir & menghadapi masalah atau kasus. Sungguh aplikatif. Dan hal tersebut kita akan dapati di dalam buku ini, Berpikir & Menyelesaikan Masalah seperti Sherlock Holmes karya BAYU W.AYOGYA. Dua paragraf di atas, merupakan nukilan-nukilan yang dipilih dan dianalisis kemudian dinarasikan secara lugas sehingga selaku pembaca dapat memahami dan mencoba step by step menerapkan berbagai teori dasar sherlock. Ada satu ungkapan dan penjelasan yang sangat menarik bagi saya, sherlock menyatakan : Dengan mengubah sudut pandang, kita akan belajar bagaimana mempertimbangkan masalah dari sudut pandang yang berbeda, membayangkan ulang realita-realita yang ada, dan beradaptasi dengan banyak cara berpikir yang mungkin belum pernah kita lakukan sebelumnya. Kalau layar laptop bisa merekam ekspresi wajahku saat itu, pasti rekaman itu tidak akan mau kamu lihat loh. Gemas luar biasa. Sudah susah-susah berpikir mengembangkan 50 cara, malah disuruh nambah. Tapi waktu itu, aku hanya menjawab OKE. Karena bagiku, ini tantangan. Bedannya Deduktif dan Induktif sendiri adalah, Metode deduktif adalah sebuah cara berpikir yang berawal dari teori kemudian berkembang menuju ke hipotesis (dugaan sementara), yang kemudian mengarah ke Observasi untuk Membuktikan si teori tadi, sementara Metode Induktif adalah sebuah cara berpikir yang mengedepankan Observasi terhadap beberapa masalah atau fenomena, kemudian melihat pola - pola yang ada di dalam denomana atau masalah tersebut, sebelum kemudian mengarah ke hipotesis dan berakhir kepada teori. Istilah enaknya, Deduktiff itu cara berpikir dari umum ke khusus sementara Induktif itu adalah cara berpikir dari khusus ke umum. Akan lebih pas jika penjelasan ini di aplikan kepada sebuah contoh. Namun demikian kita tidak perlu menjadi detektif yang cerdas untuk berpikir seperti itu. Kita sendiri dapat melatih kemampuan diri sendiri, untuk menemukan hubungan antara sejumlah fakta. Diantaranya dengan cara : Jangan menerima sesuatu apa adanya. Detektif ini tidak berpikir secara jalan pintas. Dia tidak begitu saja menerima vonis dari orang lain. Dia juga tidak mengambil kesimpulan dengan cepat. Setiap bagian harus mendapatkan tempat yang semestinya. f448fe82f3