Re: [indoexpat-uk] Dialog “Road to Digital Economy 2020”

Eddy Manurung <[email protected]> Tue, 26 Apr 2016 12:02:04 +0100
Newsgroups gmane.org.region.indoexpat.uk
Message-ID <CAGcixaHnzR5DKuD0gpFEWM-F7YbW+X7cgHCgjTQSN5yYjsPXhw@mail.gmail.com>
Menyambangi masukan dari mas Roddy dan Mas Okto yg point2nya adalah benar...
Kalau aku melihat transaksi online sudah banyak dilakukan di Indonesia,
i.e.: pembelian tiket pesawat di website lokal (I.e.: Traveloka) yg aku
yakin server dan pengembangnya based in Indonesia, etc.
Aku yakin ada lagi yang lainnya dalam bentuk trade, jasa, dsbnya.
Tapi kan bukan harus server dan pengembangnya harus ada di Indonesia. Dalam
hal ini, model bisnis dan infrastrukturnya yang penting di disain utk skala
lebih besar dalam tingkat internasional.
Kalau menurutku, harus segera dimulai dan ada yang berani memulai dan
tentunya pemerintah bisa mendukung dgn penuh... harus ada yang dibuat
sebagai contoh project dan kalau berhasil mudah2an bisa menjadi
pembelajaran utk ekspansi...
Intinya: just do it!! (menurutku)

Salam,
Eddy

2016-04-26 0:10 GMT+01:00 Okto Sriyono <[email protected]>:

> Ibu Indah,
> Tahun 2014 saya menyampaikan makalah di ISIC/PPIUK tentang digital ekonomi
> - keuntungan ICT bagi ekonomi kreatif Indonesia, berapa besar potensinya
> dan bidang2 apa saja. Terindikasi dari kedatangan boss Facebook ke Jakarta,
> rela berpanas2 ke pasar tanah abang.
>
> Yang jadi masalah besar sekarang adalah pemerintah Indonesia belum siap,
> perundang-undangan/peraturan belum siap, bahkan banyak yang ketinggalan
> jaman. Belum lagi kita bicara tentang sektor keamanan, dan contingency
> planning - if thing goes wrong.
>
> Contoh yang masih hangat adalah demo besar-besaran menentang taksi Uber,
> yang akhirnya diakui mentri Luhut bahwa perkembangan teknologi begitu
> sangat cepat, jauh lebih cepat dari kemampuan pemerintah mempersiapkan
> peraturan.
>
> Concern saya bukan dari opportunity bu, orang Indonesia cukup kreatif kalau
> soal opportunity. Tetapi dalam kesiapan pemerintah menghadapi serbuan besar
> besaran perubahan teknologi, baik dari segi hukum, sosial dan ekonomi.
> Contoh demo menentang Uber hanyalah puncak dari gunung es. Contoh lainnya
> yang mudah dijumpai; berapa banyak organisasi pemerintah yang masih
> menggunakan hotmail, yahoo dan gmail dalam berkomunikasi, yang terkadang
> informasi rahasia. Apa Indonesia punya cyber troops? Seberapa kuatkah cyber
> police Indonesia dalam menghadapi kejahatan digital? Apakah menyerahkan
> sepenuhnya pada vendor ICT? Bagaimana bila Indonesia bermasalah dengan
> negara asal vendor ICT tersebut? Bagaimana Indonesia menyikapi perdagangan
> digital? Bagaimana ketegasan dan sanksi pemerintah untuk Bitcoin? Bagaimana
> bila itu dapakai untuk sarana money laundry dan membanjiri digital market
> di Indonesia? Bagaimana bertransaksi (menjual ke dan membeli dari) dengan
> eBay, PayPal, Amazon, AliExpress/Alibaba di Indonesia? Dan masih banyak
> lagi.
>
>
> Itu yang sementara bisa saya sampaikan.
>
>
> Salam,
>
> Okto
>
>
>
>
> *Dum spiro spero.*
> *Omnes viae Romam ducunt.*
>
> 2016-04-24 4:22 GMT+01:00 Indah Morgan via uk <[email protected]>:
>
> > Menjumpai Diaspora Indonesia dan IndoExpat UK,
> > Semoga email ini menjumpai kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan
> > dimudahkan dalam segala urusan. Amin.
> >
> > Potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia sangat besar. Untuk
> > mendukung potensi ini dan mencapai target pengembangan ekonomi digital,
> > pemerintah menyatakan dalam waktu yang sangat cepat, akan ada 1000
> > tecnopreneurs dan developers.
> > Melaui roadmap e-commerce, pemerintah Indonesia juga menargetkan bisa
> > menghasilakn industri perdagangan jual beli secara online dengan nilai
> > bisnis USD 130  milliar di tahun 2020 mendatang.
> > Indonesia memiliki sumber untuk mencetak tecnopreneurs dan developers
> > tersebut, di luar negeri anak-anak muda Indonesia sudah membuktikannya
> > dengan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia.
> Di
> > dalam negeri mereka dengan segala keterbatasan berkreasi ada di segala
> > pelosok. Ada yang berhasil memunculkan diri, ada yang belum tersentuh dan
> > masih menjadi mutiara terpendam.
> >
> > Dalam rangaka 17 tahun Radio KBR Jakarta dan mendukung proses mencari
> > inspirasi untuk mencapai target Digital Ekonomi 2020, KBR  akan
> mengadakan
> > dialog “Road to Digital Economy 2020” yang berlangsung di Jakarta.
> > Untuk berpartisipasi dan mendukung acara dialog tersebut, Gerakan
> Kebaikan
> > Indonesia akan memilih aspirasi/usulan dari teman-teman diseluruh dunia
> dan
> > bagi yang terpilih akan menjadi perwakilan pada sharing session diaspora
> > Indonesia yang berlangsung antara Jakarta dengan perwakilan diaspora
> > Indonesia yang terpilih dari diberbagai negara melalui video conference.
> > Informasi lanjut terlampir dan mohon berkenan menyebar luaskan demi
> > kebaikan Indonesia.
> > Terima kasih,
> > Indah Morgan
> > Koordinator Luar Negeri
> > Gerakan Kebaikan Indonesia
> > +86 186 6886 4011
> > [email protected]
> > _________________________________________________________________
> > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com
> >
> _________________________________________________________________
> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com
>



-- 

Regards,
Eddy Manurung
_________________________________________________________________
To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/goriu-uk%40m.gmane.org