Re: [indoexpat-uk] Dialog “Road to Digital Economy 2020”

Eddy Manurung <[email protected]> Tue, 26 Apr 2016 13:42:55 +0100
Newsgroups gmane.org.region.indoexpat.uk
Message-ID <CAGcixaGd68hmUNq6+2ki_bNPP3ioP=RZkh9+phAX3isb_5GirQ@mail.gmail.com>
Mas Okto,
No offence to IDN/PERIUK UK, tapi jangan mengandalkan organisasi itu saja.
Adakah ide2 yang baik bisa dilakukan utk mengusulkan sperti usulan Mas Okto
itu lewat cara/jalur yang lain?
Mis.: langsung diskusi dgn BKPM atau Dubes RI di London, etc.?


Atau Indo-expat punya elite team yang mau membagi waktu dan pemikiran utk
duduk bersama membicarakan sistem, model, infrastructure, etc.  utk digital
economy implementation dalam berbisnis dgn Indonesia?

Salam,
Eddy

2016-04-26 12:20 GMT+01:00 Okto Sriyono <[email protected]>:

> Pak Eman,
> Dulu waktu awal2 pembentukan IDN/PERIUK yang bersamaan dengan awal2
> pemerintahan baru, saya pernah mengusulkan di IDN agar membentuk lembaga
> nirlaba independent thinktank bagi pemerintahan baru.
> Karena banyak praktisi2, ilmuwan dan ahli Indonesia atau pun "teman
> Indonesia" (mengutip dari gerakan Teman Ahok) warga asing yang bersimpati
> pada Indonesia di UK, dalam segala hal dan ilmu. Memberi masukan bagi
> pemerintah baru, terserah mau dipakai atau tidak.
> Jadi Indonesia tidak hanya dikenal dengan "nasi goreng", atau hal2 domestik
> lainnya (keindahan alam, ramah tamah, sendratari, dll).
> Negara lain sudah sampai ke bulan, jangan sampai kita jalan di tempat saja
> masih limbung.
>
> Salam,
> Okto
> On 26 Apr 2016 12:02, "Eddy Manurung" <[email protected]> wrote:
>
> > Menyambangi masukan dari mas Roddy dan Mas Okto yg point2nya adalah
> > benar...
> > Kalau aku melihat transaksi online sudah banyak dilakukan di Indonesia,
> > i.e.: pembelian tiket pesawat di website lokal (I.e.: Traveloka) yg aku
> > yakin server dan pengembangnya based in Indonesia, etc.
> > Aku yakin ada lagi yang lainnya dalam bentuk trade, jasa, dsbnya.
> > Tapi kan bukan harus server dan pengembangnya harus ada di Indonesia.
> Dalam
> > hal ini, model bisnis dan infrastrukturnya yang penting di disain utk
> skala
> > lebih besar dalam tingkat internasional.
> > Kalau menurutku, harus segera dimulai dan ada yang berani memulai dan
> > tentunya pemerintah bisa mendukung dgn penuh... harus ada yang dibuat
> > sebagai contoh project dan kalau berhasil mudah2an bisa menjadi
> > pembelajaran utk ekspansi...
> > Intinya: just do it!! (menurutku)
> >
> > Salam,
> > Eddy
> >
> > 2016-04-26 0:10 GMT+01:00 Okto Sriyono <[email protected]>:
> >
> > > Ibu Indah,
> > > Tahun 2014 saya menyampaikan makalah di ISIC/PPIUK tentang digital
> > ekonomi
> > > - keuntungan ICT bagi ekonomi kreatif Indonesia, berapa besar
> potensinya
> > > dan bidang2 apa saja. Terindikasi dari kedatangan boss Facebook ke
> > Jakarta,
> > > rela berpanas2 ke pasar tanah abang.
> > >
> > > Yang jadi masalah besar sekarang adalah pemerintah Indonesia belum
> siap,
> > > perundang-undangan/peraturan belum siap, bahkan banyak yang ketinggalan
> > > jaman. Belum lagi kita bicara tentang sektor keamanan, dan contingency
> > > planning - if thing goes wrong.
> > >
> > > Contoh yang masih hangat adalah demo besar-besaran menentang taksi
> Uber,
> > > yang akhirnya diakui mentri Luhut bahwa perkembangan teknologi begitu
> > > sangat cepat, jauh lebih cepat dari kemampuan pemerintah mempersiapkan
> > > peraturan.
> > >
> > > Concern saya bukan dari opportunity bu, orang Indonesia cukup kreatif
> > kalau
> > > soal opportunity. Tetapi dalam kesiapan pemerintah menghadapi serbuan
> > besar
> > > besaran perubahan teknologi, baik dari segi hukum, sosial dan ekonomi.
> > > Contoh demo menentang Uber hanyalah puncak dari gunung es. Contoh
> lainnya
> > > yang mudah dijumpai; berapa banyak organisasi pemerintah yang masih
> > > menggunakan hotmail, yahoo dan gmail dalam berkomunikasi, yang
> terkadang
> > > informasi rahasia. Apa Indonesia punya cyber troops? Seberapa kuatkah
> > cyber
> > > police Indonesia dalam menghadapi kejahatan digital? Apakah menyerahkan
> > > sepenuhnya pada vendor ICT? Bagaimana bila Indonesia bermasalah dengan
> > > negara asal vendor ICT tersebut? Bagaimana Indonesia menyikapi
> > perdagangan
> > > digital? Bagaimana ketegasan dan sanksi pemerintah untuk Bitcoin?
> > Bagaimana
> > > bila itu dapakai untuk sarana money laundry dan membanjiri digital
> market
> > > di Indonesia? Bagaimana bertransaksi (menjual ke dan membeli dari)
> dengan
> > > eBay, PayPal, Amazon, AliExpress/Alibaba di Indonesia? Dan masih banyak
> > > lagi.
> > >
> > >
> > > Itu yang sementara bisa saya sampaikan.
> > >
> > >
> > > Salam,
> > >
> > > Okto
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > *Dum spiro spero.*
> > > *Omnes viae Romam ducunt.*
> > >
> > > 2016-04-24 4:22 GMT+01:00 Indah Morgan via uk <[email protected]>:
> > >
> > > > Menjumpai Diaspora Indonesia dan IndoExpat UK,
> > > > Semoga email ini menjumpai kita semua dalam keadaan sehat walafiat
> dan
> > > > dimudahkan dalam segala urusan. Amin.
> > > >
> > > > Potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia sangat besar. Untuk
> > > > mendukung potensi ini dan mencapai target pengembangan ekonomi
> digital,
> > > > pemerintah menyatakan dalam waktu yang sangat cepat, akan ada 1000
> > > > tecnopreneurs dan developers.
> > > > Melaui roadmap e-commerce, pemerintah Indonesia juga menargetkan bisa
> > > > menghasilakn industri perdagangan jual beli secara online dengan
> nilai
> > > > bisnis USD 130  milliar di tahun 2020 mendatang.
> > > > Indonesia memiliki sumber untuk mencetak tecnopreneurs dan developers
> > > > tersebut, di luar negeri anak-anak muda Indonesia sudah
> membuktikannya
> > > > dengan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan teknologi kelas
> dunia.
> > > Di
> > > > dalam negeri mereka dengan segala keterbatasan berkreasi ada di
> segala
> > > > pelosok. Ada yang berhasil memunculkan diri, ada yang belum tersentuh
> > dan
> > > > masih menjadi mutiara terpendam.
> > > >
> > > > Dalam rangaka 17 tahun Radio KBR Jakarta dan mendukung proses mencari
> > > > inspirasi untuk mencapai target Digital Ekonomi 2020, KBR  akan
> > > mengadakan
> > > > dialog “Road to Digital Economy 2020” yang berlangsung di Jakarta.
> > > > Untuk berpartisipasi dan mendukung acara dialog tersebut, Gerakan
> > > Kebaikan
> > > > Indonesia akan memilih aspirasi/usulan dari teman-teman diseluruh
> dunia
> > > dan
> > > > bagi yang terpilih akan menjadi perwakilan pada sharing session
> > diaspora
> > > > Indonesia yang berlangsung antara Jakarta dengan perwakilan diaspora
> > > > Indonesia yang terpilih dari diberbagai negara melalui video
> > conference.
> > > > Informasi lanjut terlampir dan mohon berkenan menyebar luaskan demi
> > > > kebaikan Indonesia.
> > > > Terima kasih,
> > > > Indah Morgan
> > > > Koordinator Luar Negeri
> > > > Gerakan Kebaikan Indonesia
> > > > +86 186 6886 4011
> > > > [email protected]
> > > > _________________________________________________________________
> > > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > > >
> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com
> > > >
> > > _________________________________________________________________
> > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > >
> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com
> > >
> >
> >
> >
> > --
> >
> > Regards,
> > Eddy Manurung
> > _________________________________________________________________
> > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com
> >
> _________________________________________________________________
> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com
>



-- 

Regards,
Eddy Manurung
_________________________________________________________________
To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/goriu-uk%40m.gmane.org