Re: [indoexpat-uk] London kecolongan?

Perry Ismangil <perry-Qz18OTYYWP1Wk0Htik3J/[email protected]> Tue, 26 Apr 2016 17:48:23 +0000
Newsgroups gmane.org.region.indoexpat.uk
Message-ID <CAF_Bqc7Aj2ibW5tV3xB7yTqOc+VtrK_o9ntVi+G-S5=vzVxgKg@mail.gmail.com>
Betul Pak EMan, memang rekonsiliasi itu macam-macam. Dan memakan waktu,
biaya.

Hitung-hitung investasi. Takutnya kalau tidak berusaha dibahas, nanti
berulang lagi, terus nanti pakai alasan nanti ya tunggu stabil, tunggu
waktu yang tepat. Apa pernah ada waktu yang tepat?

On Tue, 26 Apr 2016, 14:38 Eddy Manurung, <[email protected]> wrote:

> Aku meliat hal ini sangat sulit utk diusut dan didapatkan yang bersalah dan
> dihukum.
> Karena:
> 1. Kepentingan Politik dan HanKam
> --> Bukan karena hanya utk bisa pemerintahan sekarang utk tetap berkuasa,
> tapi juga harus dipertimbangkan situasi kestabilan keamanan nasional.
> Sebersih-bersihnya pemerintahan sekarang ini, aku belum yakin secara
> nasional sebagian besar rakyat Indonesia sudah bisa cerdas utk menghadapi
> konflik antara pemerintah yang bersih dan pemain2 besar dalam skandal2 masa
> lalu yang bisa mengakibatkan kekisruhan dalam keamanan dan ekonomi
> nasional.
>
> 2. Sosial, Budaya dan Ekonomi
> --> Seperti yang kita ketahui, keterikatan Budaya masih lebih kuat daripada
> keberanian menghadapi kenyataan dan berterusterang akan ketidak wajaran,
> khususnya dalam situasi seperti kejadian 65 dan 98.
> TNI punya akar loyalitas yang dalam, dan masih banyak mereka yang kuat
> loyalitasnya kpd "rezim" pelaku peristiwa 65 dan 98.
> Utk kedua peristiwa itu masih bisa dan wajar dipake alasan "Demi Keamanan
> dan stabilitas Negara".... statement itu akan bisa kuat utk membantengi
> cara2 yang telah dipakai utk mewujudkan Keamanan dan stabilitas negara
> tersebut, yang mana secara HAM cara itu salah.
>
> Aku punya saudara (distance uncle, kalau org Inggris bilang), karena
> pintarnya di sekolah dan punya cita2 tinggi, SMP dari Porsea - SUMUT,
> dikirim SMA ke Jogya.
> Tamat SMA dgn prestasi bagus, dikirim pemerintah Sukarno ke Russia utk
> kuliah Kedokteran.
> Terjadi peristiwa 65, seperti yg pernah disiarkan dalam acara talk show di
> Indonesia, mereka2 diminta milih, mengakui Suharto atau tidak.
> Saudaraku ini pilih tidak mengakui Suharto, dan akhirnya passport Indonesia
> di sita dan diputus beasiswa, dan mereka yang serupa keputusannya dgn
> saudara ku ini pun terlunta-lunta di negeri orang.
> Anyway, most of them survived dan bisa menyelesaikan kuliahnya.
> Sebelum peristiwa "Glasnot", berlin wall runtuh, semua saudara2 di
> Indonesia tutup mulut dan kami yang se generasi tidak tahu bahwa punya
> saudara di Russia karena repot urusannya nanti kalau orang2 pada tahu kita
> punya saudara seperti itu pada zaman Suharto.
> Aku saja baru tahu tahun 1997 setelah orang tua ku bersama adikku si Boris
> (Mas Perry kenal adikku ini) mengunjungi saudaraku itu yang sudah tinggal
> di Amsterdam. Rupanya setelah Berlin wall runtuh, dia dan keluarganya bisa
> escape dari Russia dan lari ke Belanda.
> Selanjutnya, setelah aku di UK, aku kunjungi dia beberapa kali di
> Amsterdam, dia sudah di Amsterdam kalau gak salah tahun 90, tapi baru tahun
> 2000 an dia berani ke Indonesia, salah satu alasannya utk menjaga keluarga2
> di Indonesia supaya tidak terganggu kehidupannya karena kedatangan dia
> berkunjung.
> Apa salah dia? Dia bukan Komunis, dia tidak kenal Suharto saat itu dan
> Sukarno yang punya kebijaksaan mengirim mereka ke Luar Negeri utk kuliah
> wajar dan memang harus begitu seorang laki2 yah lebih milih Sukarno.
> Walaupun dia tidak mati dibunuh tapi jiwanya sudah setengah mati menurutku
> karena sempat terlunta-lunta dan gak bisa pulang ke Indonesia dan putus
> komunikasi dgn Indonesia.
> Jadi orang2 tua masih punya pola pikir, "yah udahlah, sudah begitu nasib"
> ... orang2 muda mungkin beda tapi belum punya banyak informasi yang benar
> yang bisa sebagai bukti utk mengusut peristiwa2 sperti peristiwa 65.
>
> Setelah reformasi 98, pemerintahan masih dipimpin orang2 yang harus sadar
> dan tahu rezim2 65 dan 98 masih kuat dan masih hidup pentolan2nya yg
> disinyalir kalau menggeliat mereka, bisa heboh kemanan negara.
> Pemerintahan Jokowi belum seumur jagung, tapi sudah diperintahkan aparatnya
> utk melakukan investigasi...akankan tuntas dalam pemerintahan 5 tahun
> pertama Jokowi? Aku gak yakin tapi senang melihat ada perhatian dari
> pemerintah sekarang.
>
>
> Sama dgn peristiwa 98, yang katanya gembongnya masih jelas kuat saat ini.
> Kalau aku boleh mengingatkan, kejadian sblm tahun 98... kalau gak salah di
> pertengahan atau akhir 80an, dimana katanya "diperintahkan" utk membunuh
> preman2, penjahat2 yang gak jera2 (Peristiwa Petrus - Penembak
> Misterius)... ada mereka langsung diambil dari rumah dari depan
> keluarganya, dibawa ke suatu tempat, di "dor", masukan ke karung, dan
> dibuang ke tempat2 terpencil. Katanya "utk mengurangi angka kriminal"....
> Pasti teman2 yang belum dengar akan ber ekpresi "What!!!!"... ya... memang
> gak benar caranya itu... pasti ada yang berdalih "tapi kan mereka
> penjahat".... penjahat atau tidak mereka itu tetap manusia....
>
> Sama juga waktu awal 60an, 70an dan 80an.... bukan orang Batak saja, tapi
> pasti ada orang2 dari luar Jawa yang lain, orang Batak di tahun2 itu,
> berangkat ke Jakarta dgn modal diri, tidak ada pendidikan bahkan langsung
> ke jakarta tanpa lewat medan (naik pesawat) atau Belawan (naik kapal), tapi
> naik truk atau bus dari Toba ke Jakarta ... karena itu ada istilah BTL
> (Batak Tembak Langsung)...
> Bukan rahasia umum, utk survive, mereka melakukan apa saja, termasuk dalam
> lingkup "kriminal", yang beruntung bisa tidak meneruskan perbuatan
> kriminalnya, yang gak beruntung atau gak jera walaupun sudah berulang kali
> ketangkap oleh aparat.... Nah mereka yang berulang kali ketangkap,
> dibebaskan dan ketangkap lagi... sebagian besar mereka itu dibawa ke rawa2
> di Tj, Priok, di dor dan dibuang ke rawa2.... mereka itu gak punya sanak
> saudara di Jakarta....dan gak ada surat menyurat dulu... jadi sampai jadi
> fosil pun tulang belulang mereka di rawa2 itu, gak ada yang akan cari.
>
> Kalau menurut aku, semuanya itu pelanggaran HAM, termasuk perlakuan tentara
> Jepang ke orang2 Indonesia (wanita).
>
> Kata "rekonsiliasi" itu yg lebih aku setujui, begitu itu terjadi, barulah
> lebih ditegakkan apa yang sebenarnya HAM itu.
> Jadi rekonsiliasi utk semua pelanggaran HAM masa lalu, bukan spesifik utk
> suatu peristiwa saja karena memang sangat parah sekali pelanggaran HAM masa
> lalu di Indonesia...
> Kalau di fokuskan hanya misalnya utk peristiwa 65, nanti korban2 peristiwa
> Timor Timur ribut, kejadian di Kalimantan tahun 2000 ribut, etc.
>
> Itulah sekedar pemikiran dari aku.
>
> Salam,
> Eddy Manurung
>
> 2016-04-26 9:00 GMT+01:00 Ronald Alexander Indra via uk <[email protected]
> >:
>
> > Korban penculikan 1998 yang masih hilang kabarnya ada yang ditenggelamkan
> > di dalam laut, kakinya dikasih pemberat.... Ini mah kaga bakalan bisa
> > ketemu kecuali perpetrator-nya yang ngaku.....
> >
> > Ini aja udah ada yg  ngomong blm ditindaklanjuti....
> >
> >
> https://indocropcircles.wordpress.com/2014/05/03/mantan-kakostrad-kivlan-zen-mengaku-tahu-dimana-aktivis-1998-dibantai/
> >
> >     On Tuesday, 26 April 2016, 0:30, Okto Sriyono <
> [email protected]>
> > wrote:
> >
> >
> >  Kalau tujuannya rekonsiliasi nasional, harusnya bukan hanya peristiwa 65
> > saja ya. Masih segar dalam ingatan kita peristiwa Trisakti, penyerbuan
> > kantor PDIP yang berakibat hilangnya aktifis2, korban2 kerusuhan waktu
> itu
> > dari etnis Tionghoa, dan korban2 lain baik dari kalangan yang di cap kiri
> > atau pun kanan.
> > Permasalahannya kalau korban dibuang di sungai atau di laut, bagaimana
> cara
> > pembuktiannya. Hilang tak berbekas.
> >
> >
> >
> >
> > *Dum spiro spero.*
> > *Omnes viae Romam ducunt.*
> >
> > 2016-04-25 10:20 GMT+01:00 Perry Ismangil <[email protected]>:
> >
> > > Setuju, minimal ada sesuatu. Semoga di presentasi berikutnya
> > diseimbangkan
> > > pencapaian infrastruktur fisik dan non-fisik.
> > >
> > > On Mon, 25 Apr 2016, 09:54 Ronald Alexander Indra via uk, <
> > > [email protected]>
> > > wrote:
> > >
> > > > Setidaknya ada hasil dari pertanyaan tersebut :)One step at a time...
> > > >
> > > >
> > >
> >
> http://nasional.kompas.com/read/2016/04/25/11502191/Jokowi.Perintahkan.Luhut.Cari.Kuburan.Massal.Korban.1965
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >    On Sunday, 24 April 2016, 15:02, Okto Sriyono <
> > > [email protected]>
> > > > wrote:
> > > >
> > > >
> > > >  Kenapa ya kesannya seakan ada ketakutan yang amat besar. Padahal
> kalau
> > > > yakin tidak salah, kenapa harus ditutup tutupi?
> > > > On 24 Apr 2016 14:48, "Perry Ismangil" <[email protected]> wrote:
> > > >
> > > > > "Konon panitia tak mau peristiwa temu warga di London di mana satu
> > > > peserta
> > > > > bertanya terkait 65 kembali berulang."
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
> http://nasional.kompas.com/read/2016/04/23/10514281/Kurhaus.Selfie.dan.Kunjungan.Jokowi
> > > > >
> > > > > 😀
> > > > > --
> > > > >
> > > > > --
> > > > > Perry Ismangil
> > > > > _________________________________________________________________
> > > > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > > > >
> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com
> > > > >
> > > > _________________________________________________________________
> > > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/el01173%40yahoo.com
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > _________________________________________________________________
> > > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/perry%40ismangil.com
> > > >
> > > --
> > >
> > > --
> > > Perry Ismangil
> > > _________________________________________________________________
> > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com
> > >
> > _________________________________________________________________
> > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/el01173%40yahoo.com
> >
> >
> >
> > _________________________________________________________________
> > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com
> >
>
>
>
> --
>
> Regards,
> Eddy Manurung
> _________________________________________________________________
> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/perry%40ismangil.com
>
-- 

-- 
Perry Ismangil
_________________________________________________________________
To unsubscribe or modify your subscription options, please visit:
http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/goriu-uk%40m.gmane.org