FGD - Cerita Dari Qatar
harrykusna-/[email protected] Wed, 23 Jan 2013 07:45:22 +0000
| Newsgroups | gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|---|---|
| Message-ID | <381722190-1358927123-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-1673702920-@b26.c11.bise7.blackberry> |
Tahun ini adalah tahun ke-enam saya di Qatar bekerja di sektor perminyakan,= dan selama ini banyak yang saya dengar dan saya lihat tentang pengelolaan = dan pelaksanaan industry migasnya. =A0Tidak hanya berhenti sampai disitu, s= aya juga mencoba membandingkannya dng bagaimana hal tsb dilakukan di negeri= kita di Indonesia. =A0Dalam rangka menanggapi ajakan ketua Korps, Pak Priy= o, untuk memberi masukkan ke group diskusi (FGD) kita, tulisan ini merupaka= n rangkuman dari sedikit apa yang saya ketahui yang mudah2an bisa memberika= n inspirasi bagi pengembangan industri migas kita. = Sama dengan di Indonesia, Qatar-pun mempunyai Qatar Petroleum (QP), =A0yang= merupakan State Oil Company-nya yang mengurusi para kontraktornya, seperti= dulu Pertamina atau sekarang SKK-MIGAS di Negara kita. =A0Para kontraktorn= ya juga beberapa ada yang beroperasi di Indonesia, seperti ExxonMobil, Tota= l, Conoco Phillips, Shell dsb. =A0Tetapi ada beberapa hal yang berbeda yang= mungkin bisa kita =93adopt=94 jika hal itu lebih baik dari apa yang selama= ini kita kerjakan, seperti misalnya: 1. =A0 =A0 =A0 =A0Pembinaan SDM local. Peraturan kepegawaian di Qatar Petro= leum yang saya ambil sebagai contoh, sangat berpihak kepada pegawai local, = baik dalam hal yang berkaitan dengan pembinaannya, maupun dalam hal yang be= rkaitan dengan remunerasinya. =A0 Dampak positif dari hal ini adalah, posis= i pegawai local menjadi sangat kuat, dan dengan posisi/dukungan yang kuat t= sb, tidak ada pegawai expat berani berbuat sesuatu yg cenderung merugikan k= epentingan Negara. =A0Sebodo-bodonya orang local, jika mereka mengetahui ba= hwa keputusan atau saran yang dibuat oleh expat adalah merugikan negaranya,= maka tiada ampun lagi bagi si expat tsb, apapun kebangsaannya. = Untuk beberapa hal atau tujuan, mungkin ada baiknya jika pengiriman pegawai= kita ke LN oleh kontraktor MIGAS kita yang biasanya dilakukan untuk develo= pmental assignment misalnya, ke depan lebih banyak ditujukan ke Negara lain= tempat perusahaan kontraktor tsb beroperasi, daripada ke Negara asal diman= a induk perusahaannya berada. =A0 Dengan dikirim ke Negara lain, maka pegaw= ai kita bisa mempelajari system di Negara tsb sehingga mempunyai pembanding= , sedangkan jika dikirim ke induk perusahaan, maka pegawai kita hanya akan = menjadi lebih familiar dengan system perusahaan tsb. 2. =A0 =A0 =A0 =A0Effisiensi. Walaupun Qatar kaya dan terlihat boros, tetapi dalam beberapa hal, mereka j= uga mengelola bisnisnya dengan efisien, seperti terlihat misalnya dalam pen= gerjaan project QatarGas 1,2,3,4 -nya yang dilakukan secara bertahap. =A0 Q= atarGas adalah perusahaan LNG terbesar di dunia yang berada di Qatar. =A0Se= cara garis besar, =A0Qatar Gas 1, 2, 3 dan 4 sahamnya dipunyai oleh beberap= a perusahaan yg berbeda, seperti misalnya: =95 QatarGas 1, sahamnya dipunyai oleh Qatar Petroleum, ExxonMobil, Total, = Marubeni, Mitsui dengan masing2 persentasenya. =A0 =95 QatarGas 2, sahamnya dipunyai oleh Qatar Petroleum dan ExxonMobil. =A0 =95 QatarGas 3, dipunyai oleh Qatar Petroleum, Conoco Phillips dan Mitsui. =95 QatarGas 4 dipunyai oleh Qatar Petroleum dan Royal Dutch Shell. = Untuk pengerjaan pekerjaan2 tsb, Qatar belajar dari pengalaman2 sebelumnya = ketika mereka membangun QatarGas1, 2 dst, sehingga pada akhirnya mereka mem= bentuk Joint Asset Development Team. Mungkin kalau di kita, mirip dng JMG -= Joint Mngmt Group di Gedung Patra dulu, yg menangani pemasaran gas dari Mo= bil, Total, Vico secara bersama2. Bedanya, Joint Asset Team ini nampaknya = lebih besar dan cakupan kerjanya lebih luas krn menyangkut pembangunan trai= n keseluruhan, jadi ada planningnya, productionnya, engineering, finance ds= b. Ceritanya, cukup menarik, karena disana terjadi tarik ulur untuk merealisas= ikannya. =A0Setelah QatarGas 1 selesai dikerjakan, pada saat project beriku= tnya akan dimulai, seperti biasa, untuk project tsb, para pemegang saham te= lah siap dng proposalnya untuk membentuk team tersendiri, dng organisasi2ny= a, dan rate mereka. =A0Tetapi dengan keras Qatar menolak, dan meminta agar = organisasi QatarGas 1 yg lama digunakan untuk juga menangani pekerjaan proj= ect baru tsb. =A0Jadi organisasi kerja yang lama ditarik ke QatarGas (semac= am Holding Company-nya), sehingga bebas tidak terikat ke salah satu pemodal= . =A0Manajemen Qatarpun membandingkan rate yang diajukan oleh para pemodal = dng rate yg mereka sudah miliki berdasarkan pengalaman sebelumnya, dan hasi= lnya, harga2 yg lebih mahal dari itu ditolak. =A0Bandingkan dengan di kita = dimana misalnya pekerjaan yang sama yang dilakukan oleh KKKS yang ber-beda2= , =A0harganya bisa berbeda juga karena standard yg mereka pakai, rate yang = mereka gunakan, ber-beda2 pula. =A0Tentu saja tantangan untuk Qatar pada aw= alnya, =A0karena para pemegang saham menentangnya. =A0Mereka khawatir hal i= tu akan menyebabkan pekerjaan tidak berjalan lancar. =A0Tetapi dng sikap Qa= tar yg percaya diri karena didukung oleh pemerintahnya, maka akhirnya hal t= sb berhasil diputuskan dan dilaksanakan. =A0 Akibatnya, dari segi biaya, terjadi penghematan yang cukup besar, karena pe= nggunaan system asset bersama tsb. =A0 Para pemegang saham/pemodal hanya me= nyetorkan dananya, sedangkan pekerjaan dilakukan oleh satu organisasi indep= endent yang tidak punya interest lain. =A0Dampaknya ke Cost Recovery juga c= ukup besar. =A0Para pemegang saham yg tidak mau kehilangan uangnya beramai-= ramai mengawasi pekerjaan yang dilakukan group independent tadi, sehingga p= engawasan menjadi cukup ketat, dan pekerjaan dapat dilakukan secara hemat. = =A0 Hal ini berbeda dengan di Negara kita, dimana contohnya suatu KKKS yang sel= ain menjadi pemodal, juga menjadi pelaksana pekerjaan, sehingga mereka bisa= bermain-main di dalam Cost Recoverynya. =A0Memang bertambah banyak pemegan= g sahamnya (dng persentase yg ber-beda2 pula), maka akan bertambah pusing p= embukuannya. =A0Tetapi dengan teknologi, hal ini bisa diatasi. Mungkin apa yg diceritakan di Hilir - Down Stream, tidak terlalu pas jika d= ibandingkan dng aktifitas di Hulu - Up Stream, tetapi idea-nya saya rasa bi= sa ditangkap dan diadopsi di kita. 3. =A0 =A0 =A0 =A0Menarik Investor. Kita tahu bahwa salah satu hal yang membuat investor tertarik adalah kemuda= han dan keamanan berinvestasi. Dalam rating dari Wood Mackenzie, Qatar term= asuk di dalam daftar Negara2 yang favourable untuk berinvestasi. Selama 6 t= ahun saya di Qatar, tidak pernah sekalipun terjadi demo, riot, atau kegaduh= an yang mengakibatkan lumpuhnya kegiatan. =A0Pernah terjadi dua kali pemogo= kan buruh kontrak (pekerja kasar) dikarenakan terlambatnya penggajian oleh = kontraktornya. =A0Tetapi persoalan =A0tsb segera diambil alih oleh pemerint= ah, dan dalam waktu beberapa jam saja, pekerjaan kembali berjalan seperti s= edia kala. =A0 Pengalaman saya berurusan dengan birokrasi Qatar adalah lurus dan mudah. = =A0Kalau peraturannya demikian, maka hal itulah yang didapat. =A0Untuk Inve= stor, Qatar menyediakan sumber energy yang berlimpah, infrastruktur yg nyam= an, pengurusan birokrasi yang mudah, dan investasi yang aman. =A0Dengan kea= daan seperti ini, pengembalian investasi menjadi lebih pasti, banyak invest= or menjadi tertarik, dan Qatar mempunyai posisi tawar yang tinggi terhadap = investor2nya. =A0Selain Industri Migas yang ada di Qatar, Industri turunann= yapun =A0banyak dibangun juga, seperti misalnya Pupuk (QAFCO =96 Qatar Fert= ilizer Company), =A0Petrokimia /plastic(QCHEM =96 Qatar Chemical), =A0Alumi= nium (QATALUM =96 Qatar Aluminum), Baja (Qatar Steel), dsb. =A0 Mungkin ini saja dulu yang dapat saya sampaikan. =A0Jika memang ada hal2 ya= ng bisa menginspirasi perbaikan di negeri kita, saya kira banyak diantara k= ami di Qatar yang bisa diajak berdiskusi untuk memberikan gambaran dan solu= si yang lebih jelas. =A0Karena kami, para pegawai Indonesia bekerja di berb= agai bidang dan di berbagai perusahaan/instansi di Qatar, maka sedikit bany= ak, kami mengetahui arah pembangunan Qatar ke depan, bagaimana kebutuhan Qa= tar untuk itu, dan kalau kita ingin turut mendapatkan kue pembangunannya, m= ungkin kita juga bisa berdiskusi tentang apa saja yang harus kita siapkan. = =A0Sampai sekarang Qatar kesulitan mendapatkan tenaga berpengalaman di dala= m mengoperasikan train2 gasnya, dan mungkin fasilitas gas kita di Arun dapa= t menjadi balai latihan kerja untuk tenaga2 muda kita agar dapat bersaing d= i dunia International. Semoga ke depan kita bisa lebih banyak meng-export t= enaga2 kerja terdidik daripada tenaga kerja tidak terdidik. =A0Semoga kita = juga bisa mengurangi jumlah tenaga kerja wanita tidak terdidik yang terpaks= a mencari kehidupan di negeri orang dengan segala resikonya. =A0Amin. Wassalam, Harry Kusna =96 E10 Sent from my BlackBerry=AE smartphone from Qtel _______________________________________________ Yonsatu mailing list [email protected] http://mahawarman.net/mailman/listinfo/yonsatu Archive: http://mahawarman.net/pipermail/yonsatu/