Inspirasi dari Qatar
harrykusna-/[email protected] Sun, 27 Jan 2013 13:47:42 +0000
| Newsgroups | gmane.org.region.indonesia.mahawarman |
|---|---|
| Message-ID | <971988320-1359294464-cardhu_decombobulator_blackberry.rim.net-55786632-@b26.c11.bise7.blackberry> |
Kang Mulyadi Arifin, Mas Prihadi Waluyo, Bang Erwin Mustika, trmksh untk pe= rhatiannya. = Rekan2, Saya coba tulis lagi dng bahasa dan uraian sedikit berbeda dng harapan agar= lebih mudah dimengerti. Bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi semata-ma= ta untuk Indonesia kita. Semoga. Tahun ini adalah tahun ke-enam saya di Qatar bekerja di sektor perminyakan,= dan selama ini banyak yang saya dengar dan saya lihat tentang pengelolaan = industri migasnya. =A0Tidak hanya berhenti sampai disitu, saya juga mencoba= membandingkannya dng bagaimana hal tsb dilakukan di negeri kita di Indones= ia. =A0Dalam rangka menanggapi ajakan ketua Korps, Pak Priyo, untuk memberi= masukkan ke group diskusi (FGD) kita, tulisan ini merupakan rangkuman dari= sedikit apa yang saya ketahui yang mudah2an bisa memberikan inspirasi bagi= pengembangan industri migas kita. Sama dengan di Indonesia, Qatar-pun mempunyai Qatar Petroleum (QP), =A0yang= merupakan State Oil Company-nya yang menangani perusahaan2 asing sebagai k= ontraktornya, sebagaimana dahulu Pertamina atau sekarang SKK-MIGAS di Negar= a kita. Perbedaannya hanyalah di dalam penanganannya, yang mungkin bisa kit= a =93adopt=94 jika hal itu dirasa lebih baik dari apa yang selama ini kita = lakukan, seperti misalnya: 1. Kerjasama / Kepemilikan. Sebagaimana di Indonesia, Qatar memberikan konsesi kepada para kontraktor m= igasnya, dan dalam banyak usaha yang dibentuk, baik sebagai KKKS maupun seb= agai entitas lain, Joint Venture misalnya, QP memegang peranan penting seba= gai pengawas atau sebagai pemilik saham mayoritas. = QP yang mewakili negara, dapat bertindak sesuai dengan kebijakan yang terli= hat sbb: =95 Apabila konsesi yang diberikan hanya menghasilkan minyak bumi (karena k= ontraknya hanya minyak bumi), maka QP akan bertindak sebagai pengawas atas = KKKS tsb. =95 Tetapi apabila konsesi memproduksi produk migas lain selain minyak bumi= , maka QP akan menjadi pemegang saham mayoritas atas Joint Venture yang dib= entuk sebagai entitas baru yang berbasis di Qatar. Perusahaan minyak inter= nasional seperti ExxonMobil, Total, Conoco Phillips, Shell dsb, beroperasi = di Qatar baik sebagai KKKS dan/ataupun pemegang saham minoritas pada joint = venture yang dibentuk. Qatarpun membentuk perusahaan pengapalan LNG yang bernama Nakilat, yang sah= amnya dimiliki oleh berbagai negara. Dengan kepemilikan bersama oleh banyak negara ini, maka armada tanker-nya r= elatif aman di dalam melintasi berbagai wilayah negara di dunia. 2. Pembinaan SDM local. Majoritas pegawai Joint Venture maupun KKKS adalah pekerja asing (ekspatria= t). Pegawai perusahaan minyak internasional/kontraktor yang dipekerjakan (s= econdee) umumnya dipekerjakan hanya untuk waktu terbatas (+/- 3 tahun). Eks= patriat dan secondee wajib membina, melatih, dan mengajarkan keahlian masin= g2 kepada pegawai lokal pribumi, yang masih merupakan pegawai minoritas di = masing2 KKKS ataupun joint venture. =A0Sebagai gambaran suasananya, dapat d= iambil sebagai contoh peraturan kepegawaian di QP yang sangat berpihak kepa= da pegawai local, baik dalam hal yang berkaitan dengan pembinaannya, maupun= dalam hal yang berkaitan dengan remunerasinya. Dampak positif dari hal ini= adalah, posisi pegawai local menjadi sangat kuat, dan dengan posisi/dukung= an yang kuat tsb, mereka dapat mengawasi, mengarahkan dan belajar dari pega= wai expat dan para secondee dengan baik. Dengan suasana yang demikian, kepu= tusan dapat diambil secara professional untuk kepentingan Negara. Pola pembinaan umumnya adalah on the job training di masing2 KKKS/joint ven= ture, dibarengi dengan training2 keahlian yang diselenggarakan oleh lembaga= 2 pelatihan/pendidikan. Target tahunan Qatarisasi diwajibkan bagi setiap KP= S/joint venture. Pola developmental assignment pada mitra perusahaan minyak= asing (istilah yang digunakan adalah =93Attachment=94) tidak umum dilakuka= n. Dengan melihat hal ini, untuk developmental assignment seorang pegawai yang= biasa dilakukan oleh kontraktor Migas kita, apabila penekanannya kepada ke= bijakan, mungkin lebih baik jika hal itu dilakukan di Negara lain tempat pe= rusahaan kontraktor tsb beroperasi, daripada ke Negara asal dimana induk pe= rusahaannya berada. Dengan dikirim ke Negara lain, maka pegawai kita bisa m= empelajari system di Negara tsb sehingga mempunyai pembanding, sedangkan ji= ka dikirim ke induk perusahaan, maka pegawai kita hanya akan menjadi lebih = familiar dengan system perusahaan tsb. 3. Synergy. Walaupun Qatar kaya dan terlihat boros, tetapi dalam beberapa hal, mereka j= uga mengelola bisnisnya secara efisien. =A0Pola sinergi sangat digalakkan u= ntuk menekan biaya dan pemanfaatan keahlian secara maksimum, diantaranya pe= nggunaan fasilitas secara bersama dibawah operasi/pengelolaaan badan/organi= sasi ahli yang diawasi bersama2. Contohnya adalah: =95 Pengelolaan pembangunan berbagai proyek investasi yang dimiliki beberap= a pemilik oleh satu badan bersama, =95 Operasi kegiatan ekspor macam2 produk migas milik beberapa perusahaan o= leh satu badan, =95 Pengelolaan persediaan spare-parts bersama oleh satu badan, =95 Operasi fasilitas produksi dari produk semacam yang dimiliki beberapa j= oint venture/KPS oleh satu badan. = Badan ini yang berbentuk operating company memiliki tenaga ahli, sistim, pr= osedur, standar operasi, terbukti mampu mengawasi pembangunan proyek baru, = sampai mengoperasikan fasilitas milik banyak joint venture secara =A0transp= aran, tanpa memihak, dan biaya yang effisien, memberikan efifisiensi dalam = biaya dan prosedur operasi kepada masing2 KPS/joint venture yang menjadi pe= langgannya. Operating company tidak mencari laba, tetapi tidak juga boleh r= ugi. Pola operating company berkembang semenjak Qatar melakukan ekspansi at= as produksi LNG nya, menjadikan operasi LNG yang dihasilkan Qatar sangat ef= fisien dan mendatangkan keutungan yang besar baik bagi negara maupun mitra = perusahaan2 minyak internasional mereka. Di kitapun mungkin ada hal2 seperti ini, seperti misalnya JMG - Joint Mngmt= Group di Gedung Patra dulu, yg menangani pemasaran gas dari Mobil, Total, = Vico secara bersama2. =A0Akan lebih baik jika hal seperti ini cakupannya da= pat lebih diperluas sehingga dapat dihasilkan =95 Penghematan yang cukup besar karena pemanfaatan sumber daya secara bers= ama =95 Pengawasan yang cukup baik, karena diawasi secara bersama. =95 Cost Recovery yang mengecil karena transparansi bagi semua pihak yang t= erlibat. = 4. Pembedaan antara kegiatan hulu dan hilir migas. Bidang migas Qatar membedakan produksi minyak yang bisa langsung diekspor s= ebagai produk hulu dan dikerjakan dalam bentuk kontrak bagi hasil. Sedangkan gas yang dikilang menjadi LNG beserta produk ikutan lain yang mas= uk dalam kilang seperti LPG, sulfur, gas helium, ataupun produk minyak bumi= yang dikilang di Qatar dikategorikan sebagai industri hilir, dan dikelola = oleh bentuk badan hukum berbentuk joint venture. = Joint venture membayar royalti kepada negara untuk gas yang menjadi feedsto= ck bagi produk akhirnya.Joint venture juga membayar pajak kepada negara ata= s keuntungan usahanya. Akhir2 ini, kecenderungannya pada industri migas yang menghasilkan sekaligu= s minyak dan gas, adalah dikelola oleh joint venture, dimana joint venture = membayar royalti untuk setiap produk yang dihasilkannya, dan pajak atas keu= ntungan usahanya. Keuntungannya adalah, selain menghasilkan devisa yang leb= ih besar, negara juga tidak dipusingkan dengan urusan cost recovery KKKS, k= arena biaya2 yang boleh dibebankan sebagai beban usaha sudah diatur oleh un= dang-undang pajak yang berlaku baik bagi perusahaan lokal maupun joint vent= ure. 5. =A0Menarik Investor. Kita tahu bahwa salah satu hal yang membuat investor tertarik adalah kemuda= han dan keamanan berinvestasi. Dalam rating dari Wood Mackenzie, salah satu= perusahaan penyedia data informasi bidang Migas, Qatar termasuk di dalam d= aftar Negara2 yang favourable untuk berinvestasi. Selama 6 tahun saya di Qa= tar, tidak pernah sekalipun terjadi demo, riot, atau kegaduhan yang mengaki= batkan lumpuhnya kegiatan. =A0Pernah terjadi dua kali pemogokan buruh kontr= ak (pekerja kasar) dikarenakan terlambatnya penggajian oleh kontraktornya. = Tetapi persoalan =A0tsb segera diambil alih oleh pemerintah, dan dalam wakt= u beberapa jam saja, pekerjaan kembali berjalan seperti sedia kala. =A0 Pengalaman saya berurusan dengan birokrasi Qatar adalah lurus dan mudah. = =A0Apa yang terbaca di dalam peraturannya, demikianlah yang akan didapat. U= ntuk Investor, Qatar menyediakan sumber energy yang berlimpah, infrastruktu= r yg nyaman, pengurusan birokrasi yang mudah, dan investasi yang aman. Deng= an keadaan seperti ini, pengembalian investasi menjadi lebih pasti, banyak = investor menjadi tertarik, dan Qatar mempunyai posisi tawar yang tinggi ter= hadap investor2nya. =A0Selain Industri Migas yang ada di Qatar, Industri tu= runannyapun =A0banyak dibangun juga, seperti misalnya Pupuk (QAFCO =96 Qata= r Fertilizer Company), =A0Petrokimia /plastic(QCHEM =96 Qatar Chemical), = =A0Aluminium (QATALUM =96 Qatar Aluminum), Baja (Qatar Steel), dsb. =A0 Mungkin ini saja dulu yang dapat saya sampaikan. =A0Jika memang ada hal2 ya= ng bisa menginspirasi perbaikan di negeri kita, saya kira banyak diantara k= ami di Qatar yang bisa diajak berdiskusi untuk memberikan gambaran dan solu= si yang lebih jelas. =A0Karena kami, para pegawai Indonesia bekerja di berb= agai bidang dan di berbagai perusahaan/instansi di Qatar, maka sedikit bany= ak, kami mengetahui arah pembangunan Qatar ke depan, apa saja yang Qatar pe= rlukan, dan apa saja yang harus kita siapkan kalau kita ingin turut mendapa= tkan kue pembangunannya. =A0Sampai sekarang Qatar masih kesulitan mendapatk= an tenaga berpengalaman di dalam mengelola train2 gasnya, dan mungkin fasil= itas gas kita di Arun dapat menjadi "balai latihan kerja" untuk tenaga2 mud= a kita agar dapat bersaing di dunia International. Semoga ke depan kita bis= a lebih banyak meng-export tenaga2 kerja terdidik daripada tenaga kerja tid= ak terdidik. =A0Semoga kita juga bisa mengurangi jumlah tenaga kerja wanita= (TKW) tidak terdidik yang terpaksa mencari kehidupan di negeri orang denga= n segala resikonya. =A0Amin. Untuk kesempatan kerja, silahkan lihat di http://www.qp.com.qa Wassalam, Harry Kusna =96 Ekek 10 Sent from my BlackBerry=AE smartphone from Qtel _______________________________________________ Yonsatu mailing list [email protected] http://mahawarman.net/mailman/listinfo/yonsatu Archive: http://mahawarman.net/pipermail/yonsatu/