Re: [indoexpat-uk] Dialog “Road to Digital Economy 2020”
Okto Sriyono <[email protected]> Wed, 27 Apr 2016 12:37:52 +0100
| Newsgroups | gmane.org.region.indoexpat.uk |
|---|---|
| Message-ID | <CAEhP0p3OpPVWxavSCKpQWsEVdEK-x40YyP8jWWxa_wkMO4NRcQ@mail.gmail.com> |
Horeee jadi ramai. Benar khan Pak Eman, saya kerjanya tukang komporin orang :-) On 27 Apr 2016 12:33, "Sheila Lestari via uk" <[email protected]> wrote: > Halo teman-teman semua > > Jadi ingin ikut nimbrung soal digital ekonomi Indonesia > > Kebetulan saya berkerja di bidang digital marketing di UK - lebih tepatnya > di social media/ digital monitoring dan consultancy yang aplikasi nya oleh > klien digunakan baik dari segi komersil sampai kepada hankam (eg : salah > satu klien meminta monitoring akses dalam bahasa tertentu yang dipantau dan > diperkirakan “rawan” kegiatan terorisme) > > Kalau dari pengalaman saya, beberapa tahun lalu saya sempat in touch > dengan beberapa pelaku dunia digital di Indonesia. Mulai dari founder > perusahaan digital marketing agency (untuk pengembangan campaign , reach > out marketing buat banyak perusahaan di Indonesia) , SEO companies, sampai > juga menjadi konsultan lepas suatu perusahaan p2p (peer-to-peer) e-commerce > seperti Etsy yang berbasis di Indonesia. > > Saya sendiri backgroundnya dari general marketing dan ekonomi tapi > kemudian akhirnya “terjun bebas” dalam lingkaran silicon roundabout di > London dan belajar dari sana. Karena, jaman dulu sih marketing ya marketing > aja, belum ada embel2 “digital”nya =) > > Kalau dari pengalaman saya , sebagai market sih Indonesia sangat, sangat , > potensial. Dengan basis penduduk yang banyak , that’s tick one of the big > box as a potential target market. Banyak perusahaan digital di Indonesia > awalnya dirintis secara kecil - kecilan oleh banyak anak-anak muda di Indo. > salah satunya yang saya temui, mereka memulai dari 5 orang sekitar 5 tahun > lalu, dan singkat cerita di tahun 2012 akhirnya diakusisi oleh raksasa > media WPP (based in UK under Sir Martin Sorrel). Itu kisah suksesnya , tapi > memang saya lihat peranan pemerintah lokal kurang disana. Foundernya > sendiri berhasil mengembangkan perusahaannya sampai diakusisi group media > international karena dia punya jaringan network pribadi yang kyat baik > lokal maupun ditahap regional (tech in Asia) dan juga international. Saya > tidak tahu apakah kesuksesan di sektor pribadi ini juga disadari oleh > pemerintah kita yang harusnya bisa mengakses founder ini untuk menjadi > “expert advisor” buat “think tank” negara kita ke depan. Saya melihat > kadang sektor pribadi jalan sendiri dan pemerintah sibuk dalam hal - hal > yang sangat sempit fokusnya di dunia digital ( contoh: cuma sibuk sensor > tumblr, emoji LGBT dan hal hal ga penting lainnya menurut saya =p) > > > Soal pool talent , banyak mungkin teman-teman yang sekarang berkerja di > digital sector di Indonesia juga “terjun bebas” alias banting setir dari > berbagi industri. Salah satu teman saya belum lama direkrut oleh salah satu > giant digital group (Rocket-Internet.com), salah satu platform internet > paling besar di luar US yang sekarang lagi heboh masuk ke semua pasar Asia > Tenggara. Dia sendiri backgroundnya di operasional dan NGO , tiba2 di > rekrut oleh headhunter untuk jadi branding dan quality manager di salah > satu e-commerce platform mereka. Dari cerita dia “ Gila gw ga tau apa2, bos > gw juga ga tau apa2, kita semua ga ada yang ngerti ini ngapain. Bos gw juga > orang mantan supermarket sekarang bareng- bareng di e-commerce” =) > Saya sendiri juga tidak tahu di Indonesia sekarang apakah sudah ada tempat > dimana orang bisa belajar mengenai hal - hal seputar “digital” (yang luas > sekali cakupannya) karena ini semua hal yang baru. Saya sendiri akhirnya > setelah terjun bebas berkerja di digital marketing baru akhirnya “back to > school” ke sekolah yang memang spesial di jurusan digital. Karena ….seperti > yang saya bilang di atas, jaman dulu mana adaaaaa hahaha > Dengan begitu banyaknya perubahan, saya tidak tahu dimana posisi Indonesia > saat ini ? Siapkah mereka berubah dan adopsi perubahan ini juga > mempersiapkan anak-anak muda nya untuk belajar hal yang baru ? > > Setuju dengan email sebelumnya yang menyebutkan , beberapa email penting > di bidang pemerintahan saja masih pakai email gmail, yahoo , etc. > (Sementara jaman duluuuuuu aja udah ada klien yang minta apa perusahaan > tempat saya kerja bisa “monitor” percakapan di blackberry messenger =p) > Dan kalau dari beberapa teman yang berkerja di sektor ini di Indonesia, > sebagian besar transaksi keungan dari e-commerce “setengah matang” ini > masih menggunakan transaksi manual . Jadi media digital memang digunakan > untuk display bäräng-barang, tapi transaksi pembayaran tétap dikirim > melalui rekening bank yang mana dari situ banyak terjadi penipuan. > > Nah, lagi, di email sebelumnya saya baca ada yang bicara soal > infrastruktur, cyber security ,etc…saya tidak begitu update sudah sampai > mana Indonesia di tahap ini ? > Mungkin ada yang lebih update dengan perkembangan di Indonesia bisa share ? > > Salam, > Sheila > > > > On 27 Apr 2016, at 07:39, Indah Morgan via uk <[email protected]> wrote: > > > > Teman-teman Indo Expat yang budiman, > > > > Saya sangat terharu dan antusian membaca membaca diskusi kesinambungan > yang ingin kita kerjakan bersama demi Indonesia menjadi lebih baik. > > > > Mohon ijin lagi untuk merangkum diskusi ini menjadi sebuah usulan yang > bisa dijadikan dasar bagi rekan saya yang ada di Jakarta untuk bertemu > dengan kepala BKPM dan ditembutkan ke Bapak Dubes RI di London. Semoga > dalam hitungan hari, apa yang kita harapkan akan menjadi aksi kecil tapi > nyata. > > > > Seminggu yang lalu, Menteri Pariwisata RI telah meresmikan satu-satunya > restaurant Indonesia di China yang bernama “WOnderful Indonesia”. > Restaurant ini akan dijadikan platform promosi wisata dalam menarik turis > dari Cina untuk datang ke Indonesia. > > Yang hadir disana adalah para pelaku business yang sudah masuk kedalam > lingkaran jejaring mereka, dan saya sebagai orang biasa yang bermodalkan > people to people networking hanya diberikan kesempatan lima menit untuk > menyampaikan usulan saya agar pemerintah Indonesia lebih memperdayakan > people to people connection in parallel with business people. Because word > of mouth marketing is more powerful and it’s worked. Saya tidak berharap > banyak dari itu semua, tetapi yang jelas saya sudah menyampaikannya. > Sedikut tulisan saya tentang acara tersebut: > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui > < > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui> > < > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui > < > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui > >> > > > > Yang membedakan publikasi lewat kabar-rantau dan media mainstream lainya > adalah bahwa kami menyertai dengan langkah aksi atau paling tidak usulan > atau solusi dari isue yang sedang dibahas/ditulis/diskusikan. > > > > Salam dari Tiongkok, > > Indah. > > > > > > > > > > > >> On 27 Apr 2016, at 04:09, Okto Sriyono <[email protected] <mailto: > [email protected]>> wrote: > >> > >> Pak Eman, > >> Saya bukan aktifis IDN/PERIUK, karena sebagai kuli saya masih sibuk > >> mengejar setoran, kalau tidak nanti dimarahi juragan :-) > >> Hanya saja terlintas dalam benak saya saat itu untuk mengusulkan hal > >> tersebut. Sekarang pun saya sampaikan hal yang sama di forum yang > berbeda > >> ini, karena ada momentum dari email ibu Indah. > >> Silahkan menyambut gayung, bagi siapa saja yang suka dan mau bergerak, > >> tidak harus berafiliasi pada organisasi tertentu. > >> On 26 Apr 2016 13:43, "Eddy Manurung" <[email protected]> wrote: > >> > >>> Mas Okto, > >>> No offence to IDN/PERIUK UK, tapi jangan mengandalkan organisasi itu > saja. > >>> Adakah ide2 yang baik bisa dilakukan utk mengusulkan sperti usulan Mas > Okto > >>> itu lewat cara/jalur yang lain? > >>> Mis.: langsung diskusi dgn BKPM atau Dubes RI di London, etc.? > >>> > >>> > >>> Atau Indo-expat punya elite team yang mau membagi waktu dan pemikiran > utk > >>> duduk bersama membicarakan sistem, model, infrastructure, etc. utk > digital > >>> economy implementation dalam berbisnis dgn Indonesia? > >>> > >>> Salam, > >>> Eddy > >>> > >>> 2016-04-26 12:20 GMT+01:00 Okto Sriyono <[email protected]>: > >>> > >>>> Pak Eman, > >>>> Dulu waktu awal2 pembentukan IDN/PERIUK yang bersamaan dengan awal2 > >>>> pemerintahan baru, saya pernah mengusulkan di IDN agar membentuk > lembaga > >>>> nirlaba independent thinktank bagi pemerintahan baru. > >>>> Karena banyak praktisi2, ilmuwan dan ahli Indonesia atau pun "teman > >>>> Indonesia" (mengutip dari gerakan Teman Ahok) warga asing yang > bersimpati > >>>> pada Indonesia di UK, dalam segala hal dan ilmu. Memberi masukan bagi > >>>> pemerintah baru, terserah mau dipakai atau tidak. > >>>> Jadi Indonesia tidak hanya dikenal dengan "nasi goreng", atau hal2 > >>> domestik > >>>> lainnya (keindahan alam, ramah tamah, sendratari, dll). > >>>> Negara lain sudah sampai ke bulan, jangan sampai kita jalan di tempat > >>> saja > >>>> masih limbung. > >>>> > >>>> Salam, > >>>> Okto > >>>> On 26 Apr 2016 12:02, "Eddy Manurung" <[email protected]> > wrote: > >>>> > >>>>> Menyambangi masukan dari mas Roddy dan Mas Okto yg point2nya adalah > >>>>> benar... > >>>>> Kalau aku melihat transaksi online sudah banyak dilakukan di > Indonesia, > >>>>> i.e.: pembelian tiket pesawat di website lokal (I.e.: Traveloka) yg > aku > >>>>> yakin server dan pengembangnya based in Indonesia, etc. > >>>>> Aku yakin ada lagi yang lainnya dalam bentuk trade, jasa, dsbnya. > >>>>> Tapi kan bukan harus server dan pengembangnya harus ada di Indonesia. > >>>> Dalam > >>>>> hal ini, model bisnis dan infrastrukturnya yang penting di disain utk > >>>> skala > >>>>> lebih besar dalam tingkat internasional. > >>>>> Kalau menurutku, harus segera dimulai dan ada yang berani memulai dan > >>>>> tentunya pemerintah bisa mendukung dgn penuh... harus ada yang dibuat > >>>>> sebagai contoh project dan kalau berhasil mudah2an bisa menjadi > >>>>> pembelajaran utk ekspansi... > >>>>> Intinya: just do it!! (menurutku) > >>>>> > >>>>> Salam, > >>>>> Eddy > >>>>> > >>>>> 2016-04-26 0:10 GMT+01:00 Okto Sriyono <[email protected]>: > >>>>> > >>>>>> Ibu Indah, > >>>>>> Tahun 2014 saya menyampaikan makalah di ISIC/PPIUK tentang digital > >>>>> ekonomi > >>>>>> - keuntungan ICT bagi ekonomi kreatif Indonesia, berapa besar > >>>> potensinya > >>>>>> dan bidang2 apa saja. Terindikasi dari kedatangan boss Facebook ke > >>>>> Jakarta, > >>>>>> rela berpanas2 ke pasar tanah abang. > >>>>>> > >>>>>> Yang jadi masalah besar sekarang adalah pemerintah Indonesia belum > >>>> siap, > >>>>>> perundang-undangan/peraturan belum siap, bahkan banyak yang > >>> ketinggalan > >>>>>> jaman. Belum lagi kita bicara tentang sektor keamanan, dan > >>> contingency > >>>>>> planning - if thing goes wrong. > >>>>>> > >>>>>> Contoh yang masih hangat adalah demo besar-besaran menentang taksi > >>>> Uber, > >>>>>> yang akhirnya diakui mentri Luhut bahwa perkembangan teknologi > begitu > >>>>>> sangat cepat, jauh lebih cepat dari kemampuan pemerintah > >>> mempersiapkan > >>>>>> peraturan. > >>>>>> > >>>>>> Concern saya bukan dari opportunity bu, orang Indonesia cukup > kreatif > >>>>> kalau > >>>>>> soal opportunity. Tetapi dalam kesiapan pemerintah menghadapi > serbuan > >>>>> besar > >>>>>> besaran perubahan teknologi, baik dari segi hukum, sosial dan > >>> ekonomi. > >>>>>> Contoh demo menentang Uber hanyalah puncak dari gunung es. Contoh > >>>> lainnya > >>>>>> yang mudah dijumpai; berapa banyak organisasi pemerintah yang masih > >>>>>> menggunakan hotmail, yahoo dan gmail dalam berkomunikasi, yang > >>>> terkadang > >>>>>> informasi rahasia. Apa Indonesia punya cyber troops? Seberapa > kuatkah > >>>>> cyber > >>>>>> police Indonesia dalam menghadapi kejahatan digital? Apakah > >>> menyerahkan > >>>>>> sepenuhnya pada vendor ICT? Bagaimana bila Indonesia bermasalah > >>> dengan > >>>>>> negara asal vendor ICT tersebut? Bagaimana Indonesia menyikapi > >>>>> perdagangan > >>>>>> digital? Bagaimana ketegasan dan sanksi pemerintah untuk Bitcoin? > >>>>> Bagaimana > >>>>>> bila itu dapakai untuk sarana money laundry dan membanjiri digital > >>>> market > >>>>>> di Indonesia? Bagaimana bertransaksi (menjual ke dan membeli dari) > >>>> dengan > >>>>>> eBay, PayPal, Amazon, AliExpress/Alibaba di Indonesia? Dan masih > >>> banyak > >>>>>> lagi. > >>>>>> > >>>>>> > >>>>>> Itu yang sementara bisa saya sampaikan. > >>>>>> > >>>>>> > >>>>>> Salam, > >>>>>> > >>>>>> Okto > >>>>>> > >>>>>> > >>>>>> > >>>>>> > >>>>>> *Dum spiro spero.* > >>>>>> *Omnes viae Romam ducunt.* > >>>>>> > >>>>>> 2016-04-24 4:22 GMT+01:00 Indah Morgan via uk <[email protected]>: > >>>>>> > >>>>>>> Menjumpai Diaspora Indonesia dan IndoExpat UK, > >>>>>>> Semoga email ini menjumpai kita semua dalam keadaan sehat walafiat > >>>> dan > >>>>>>> dimudahkan dalam segala urusan. Amin. > >>>>>>> > >>>>>>> Potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia sangat besar. Untuk > >>>>>>> mendukung potensi ini dan mencapai target pengembangan ekonomi > >>>> digital, > >>>>>>> pemerintah menyatakan dalam waktu yang sangat cepat, akan ada 1000 > >>>>>>> tecnopreneurs dan developers. > >>>>>>> Melaui roadmap e-commerce, pemerintah Indonesia juga menargetkan > >>> bisa > >>>>>>> menghasilakn industri perdagangan jual beli secara online dengan > >>>> nilai > >>>>>>> bisnis USD 130 milliar di tahun 2020 mendatang. > >>>>>>> Indonesia memiliki sumber untuk mencetak tecnopreneurs dan > >>> developers > >>>>>>> tersebut, di luar negeri anak-anak muda Indonesia sudah > >>>> membuktikannya > >>>>>>> dengan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan teknologi kelas > >>>> dunia. > >>>>>> Di > >>>>>>> dalam negeri mereka dengan segala keterbatasan berkreasi ada di > >>>> segala > >>>>>>> pelosok. Ada yang berhasil memunculkan diri, ada yang belum > >>> tersentuh > >>>>> dan > >>>>>>> masih menjadi mutiara terpendam. > >>>>>>> > >>>>>>> Dalam rangaka 17 tahun Radio KBR Jakarta dan mendukung proses > >>> mencari > >>>>>>> inspirasi untuk mencapai target Digital Ekonomi 2020, KBR akan > >>>>>> mengadakan > >>>>>>> dialog “Road to Digital Economy 2020” yang berlangsung di Jakarta. > >>>>>>> Untuk berpartisipasi dan mendukung acara dialog tersebut, Gerakan > >>>>>> Kebaikan > >>>>>>> Indonesia akan memilih aspirasi/usulan dari teman-teman diseluruh > >>>> dunia > >>>>>> dan > >>>>>>> bagi yang terpilih akan menjadi perwakilan pada sharing session > >>>>> diaspora > >>>>>>> Indonesia yang berlangsung antara Jakarta dengan perwakilan > >>> diaspora > >>>>>>> Indonesia yang terpilih dari diberbagai negara melalui video > >>>>> conference. > >>>>>>> Informasi lanjut terlampir dan mohon berkenan menyebar luaskan demi > >>>>>>> kebaikan Indonesia. > >>>>>>> Terima kasih, > >>>>>>> Indah Morgan > >>>>>>> Koordinator Luar Negeri > >>>>>>> Gerakan Kebaikan Indonesia > >>>>>>> +86 186 6886 4011 > >>>>>>> [email protected] > >>>>>>> _________________________________________________________________ > >>>>>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > >>>>>>> > >>>> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > >>>>>>> > >>>>>> _________________________________________________________________ > >>>>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > >>>>>> > >>>> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com > >>>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> -- > >>>>> > >>>>> Regards, > >>>>> Eddy Manurung > >>>>> _________________________________________________________________ > >>>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > >>>>> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > >>>>> > >>>> _________________________________________________________________ > >>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > >>>> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com > >>>> > >>> > >>> > >>> > >>> -- > >>> > >>> Regards, > >>> Eddy Manurung > >>> _________________________________________________________________ > >>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > >>> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > >>> > >> _________________________________________________________________ > >> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > >> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/malangin < > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/malangin> > > > > _________________________________________________________________ > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/sheila_lestari%40yahoo.com > <http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/sheila_lestari%40yahoo.com> > _________________________________________________________________ > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > _________________________________________________________________ To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/goriu-uk%40m.gmane.org