Re: [indoexpat-uk] Dialog "Road to Digital Economy 2020"
Perry Ismangil <perry-Qz18OTYYWP1Wk0Htik3J/[email protected]> Wed, 27 Apr 2016 12:00:00 +0000
| Newsgroups | gmane.org.region.indoexpat.uk |
|---|---|
| Message-ID | <CAF_Bqc62RcdANZO9N8TLtY5R8D+r2oy6b-J1-GddLYZmyq95XQ@mail.gmail.com> |
Saya punya pendapat yang sedikit beda tentang sektor tech atau digital atau knowledge atau creative economy: manfaat ke masyarakat luas masih diragukan. Contoh paling nyata di dunia: China bisa mengangkat ratusan juta orang dari kemiskinan dalam waktu 30 tahun bukan dengan cara bikin Alibaba. Contoh pribadi: perusahaan saya dengan cukup berlima bikin dan dagang software dengan puluhan negara. Tahun ini akan merayakan 10 tahun - masih tetap berlima. Sama sekali tidak padat karya. Pesan saya: Hati-hati terlalu digital nanti yang non-digital (makin) tertinggal. On Wed, 27 Apr 2016, 12:38 Okto Sriyono, <[email protected]> wrote: > Horeee jadi ramai. > Benar khan Pak Eman, saya kerjanya tukang komporin orang :-) > On 27 Apr 2016 12:33, "Sheila Lestari via uk" <[email protected]> wrote: > > > Halo teman-teman semua > > > > Jadi ingin ikut nimbrung soal digital ekonomi Indonesia > > > > Kebetulan saya berkerja di bidang digital marketing di UK - lebih > tepatnya > > di social media/ digital monitoring dan consultancy yang aplikasi nya > oleh > > klien digunakan baik dari segi komersil sampai kepada hankam (eg : salah > > satu klien meminta monitoring akses dalam bahasa tertentu yang dipantau > dan > > diperkirakan “rawan” kegiatan terorisme) > > > > Kalau dari pengalaman saya, beberapa tahun lalu saya sempat in touch > > dengan beberapa pelaku dunia digital di Indonesia. Mulai dari founder > > perusahaan digital marketing agency (untuk pengembangan campaign , reach > > out marketing buat banyak perusahaan di Indonesia) , SEO companies, > sampai > > juga menjadi konsultan lepas suatu perusahaan p2p (peer-to-peer) > e-commerce > > seperti Etsy yang berbasis di Indonesia. > > > > Saya sendiri backgroundnya dari general marketing dan ekonomi tapi > > kemudian akhirnya “terjun bebas” dalam lingkaran silicon roundabout di > > London dan belajar dari sana. Karena, jaman dulu sih marketing ya > marketing > > aja, belum ada embel2 “digital”nya =) > > > > Kalau dari pengalaman saya , sebagai market sih Indonesia sangat, sangat > , > > potensial. Dengan basis penduduk yang banyak , that’s tick one of the big > > box as a potential target market. Banyak perusahaan digital di Indonesia > > awalnya dirintis secara kecil - kecilan oleh banyak anak-anak muda di > Indo. > > salah satunya yang saya temui, mereka memulai dari 5 orang sekitar 5 > tahun > > lalu, dan singkat cerita di tahun 2012 akhirnya diakusisi oleh raksasa > > media WPP (based in UK under Sir Martin Sorrel). Itu kisah suksesnya , > tapi > > memang saya lihat peranan pemerintah lokal kurang disana. Foundernya > > sendiri berhasil mengembangkan perusahaannya sampai diakusisi group media > > international karena dia punya jaringan network pribadi yang kyat baik > > lokal maupun ditahap regional (tech in Asia) dan juga international. Saya > > tidak tahu apakah kesuksesan di sektor pribadi ini juga disadari oleh > > pemerintah kita yang harusnya bisa mengakses founder ini untuk menjadi > > “expert advisor” buat “think tank” negara kita ke depan. Saya melihat > > kadang sektor pribadi jalan sendiri dan pemerintah sibuk dalam hal - hal > > yang sangat sempit fokusnya di dunia digital ( contoh: cuma sibuk sensor > > tumblr, emoji LGBT dan hal hal ga penting lainnya menurut saya =p) > > > > > > Soal pool talent , banyak mungkin teman-teman yang sekarang berkerja di > > digital sector di Indonesia juga “terjun bebas” alias banting setir dari > > berbagi industri. Salah satu teman saya belum lama direkrut oleh salah > satu > > giant digital group (Rocket-Internet.com), salah satu platform internet > > paling besar di luar US yang sekarang lagi heboh masuk ke semua pasar > Asia > > Tenggara. Dia sendiri backgroundnya di operasional dan NGO , tiba2 di > > rekrut oleh headhunter untuk jadi branding dan quality manager di salah > > satu e-commerce platform mereka. Dari cerita dia “ Gila gw ga tau apa2, > bos > > gw juga ga tau apa2, kita semua ga ada yang ngerti ini ngapain. Bos gw > juga > > orang mantan supermarket sekarang bareng- bareng di e-commerce” =) > > Saya sendiri juga tidak tahu di Indonesia sekarang apakah sudah ada > tempat > > dimana orang bisa belajar mengenai hal - hal seputar “digital” (yang luas > > sekali cakupannya) karena ini semua hal yang baru. Saya sendiri akhirnya > > setelah terjun bebas berkerja di digital marketing baru akhirnya “back to > > school” ke sekolah yang memang spesial di jurusan digital. Karena > ….seperti > > yang saya bilang di atas, jaman dulu mana adaaaaa hahaha > > Dengan begitu banyaknya perubahan, saya tidak tahu dimana posisi > Indonesia > > saat ini ? Siapkah mereka berubah dan adopsi perubahan ini juga > > mempersiapkan anak-anak muda nya untuk belajar hal yang baru ? > > > > Setuju dengan email sebelumnya yang menyebutkan , beberapa email penting > > di bidang pemerintahan saja masih pakai email gmail, yahoo , etc. > > (Sementara jaman duluuuuuu aja udah ada klien yang minta apa perusahaan > > tempat saya kerja bisa “monitor” percakapan di blackberry messenger =p) > > Dan kalau dari beberapa teman yang berkerja di sektor ini di Indonesia, > > sebagian besar transaksi keungan dari e-commerce “setengah matang” ini > > masih menggunakan transaksi manual . Jadi media digital memang digunakan > > untuk display bäräng-barang, tapi transaksi pembayaran tétap dikirim > > melalui rekening bank yang mana dari situ banyak terjadi penipuan. > > > > Nah, lagi, di email sebelumnya saya baca ada yang bicara soal > > infrastruktur, cyber security ,etc…saya tidak begitu update sudah sampai > > mana Indonesia di tahap ini ? > > Mungkin ada yang lebih update dengan perkembangan di Indonesia bisa > share ? > > > > Salam, > > Sheila > > > > > > > On 27 Apr 2016, at 07:39, Indah Morgan via uk <[email protected]> > wrote: > > > > > > Teman-teman Indo Expat yang budiman, > > > > > > Saya sangat terharu dan antusian membaca membaca diskusi kesinambungan > > yang ingin kita kerjakan bersama demi Indonesia menjadi lebih baik. > > > > > > Mohon ijin lagi untuk merangkum diskusi ini menjadi sebuah usulan yang > > bisa dijadikan dasar bagi rekan saya yang ada di Jakarta untuk bertemu > > dengan kepala BKPM dan ditembutkan ke Bapak Dubes RI di London. Semoga > > dalam hitungan hari, apa yang kita harapkan akan menjadi aksi kecil tapi > > nyata. > > > > > > Seminggu yang lalu, Menteri Pariwisata RI telah meresmikan satu-satunya > > restaurant Indonesia di China yang bernama “WOnderful Indonesia”. > > Restaurant ini akan dijadikan platform promosi wisata dalam menarik turis > > dari Cina untuk datang ke Indonesia. > > > Yang hadir disana adalah para pelaku business yang sudah masuk kedalam > > lingkaran jejaring mereka, dan saya sebagai orang biasa yang bermodalkan > > people to people networking hanya diberikan kesempatan lima menit untuk > > menyampaikan usulan saya agar pemerintah Indonesia lebih memperdayakan > > people to people connection in parallel with business people. Because > word > > of mouth marketing is more powerful and it’s worked. Saya tidak berharap > > banyak dari itu semua, tetapi yang jelas saya sudah menyampaikannya. > > Sedikut tulisan saya tentang acara tersebut: > > > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui > > < > > > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui > > > > < > > > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui > > < > > > http://www.kabar-rantau.com/read/310/Restoran-Wonderful-Indonesia-di-Anhui > > >> > > > > > > Yang membedakan publikasi lewat kabar-rantau dan media mainstream > lainya > > adalah bahwa kami menyertai dengan langkah aksi atau paling tidak usulan > > atau solusi dari isue yang sedang dibahas/ditulis/diskusikan. > > > > > > Salam dari Tiongkok, > > > Indah. > > > > > > > > > > > > > > > > > >> On 27 Apr 2016, at 04:09, Okto Sriyono <[email protected] > <mailto: > > [email protected]>> wrote: > > >> > > >> Pak Eman, > > >> Saya bukan aktifis IDN/PERIUK, karena sebagai kuli saya masih sibuk > > >> mengejar setoran, kalau tidak nanti dimarahi juragan :-) > > >> Hanya saja terlintas dalam benak saya saat itu untuk mengusulkan hal > > >> tersebut. Sekarang pun saya sampaikan hal yang sama di forum yang > > berbeda > > >> ini, karena ada momentum dari email ibu Indah. > > >> Silahkan menyambut gayung, bagi siapa saja yang suka dan mau bergerak, > > >> tidak harus berafiliasi pada organisasi tertentu. > > >> On 26 Apr 2016 13:43, "Eddy Manurung" <[email protected]> > wrote: > > >> > > >>> Mas Okto, > > >>> No offence to IDN/PERIUK UK, tapi jangan mengandalkan organisasi itu > > saja. > > >>> Adakah ide2 yang baik bisa dilakukan utk mengusulkan sperti usulan > Mas > > Okto > > >>> itu lewat cara/jalur yang lain? > > >>> Mis.: langsung diskusi dgn BKPM atau Dubes RI di London, etc.? > > >>> > > >>> > > >>> Atau Indo-expat punya elite team yang mau membagi waktu dan pemikiran > > utk > > >>> duduk bersama membicarakan sistem, model, infrastructure, etc. utk > > digital > > >>> economy implementation dalam berbisnis dgn Indonesia? > > >>> > > >>> Salam, > > >>> Eddy > > >>> > > >>> 2016-04-26 12:20 GMT+01:00 Okto Sriyono <[email protected]>: > > >>> > > >>>> Pak Eman, > > >>>> Dulu waktu awal2 pembentukan IDN/PERIUK yang bersamaan dengan awal2 > > >>>> pemerintahan baru, saya pernah mengusulkan di IDN agar membentuk > > lembaga > > >>>> nirlaba independent thinktank bagi pemerintahan baru. > > >>>> Karena banyak praktisi2, ilmuwan dan ahli Indonesia atau pun "teman > > >>>> Indonesia" (mengutip dari gerakan Teman Ahok) warga asing yang > > bersimpati > > >>>> pada Indonesia di UK, dalam segala hal dan ilmu. Memberi masukan > bagi > > >>>> pemerintah baru, terserah mau dipakai atau tidak. > > >>>> Jadi Indonesia tidak hanya dikenal dengan "nasi goreng", atau hal2 > > >>> domestik > > >>>> lainnya (keindahan alam, ramah tamah, sendratari, dll). > > >>>> Negara lain sudah sampai ke bulan, jangan sampai kita jalan di > tempat > > >>> saja > > >>>> masih limbung. > > >>>> > > >>>> Salam, > > >>>> Okto > > >>>> On 26 Apr 2016 12:02, "Eddy Manurung" <[email protected]> > > wrote: > > >>>> > > >>>>> Menyambangi masukan dari mas Roddy dan Mas Okto yg point2nya adalah > > >>>>> benar... > > >>>>> Kalau aku melihat transaksi online sudah banyak dilakukan di > > Indonesia, > > >>>>> i.e.: pembelian tiket pesawat di website lokal (I.e.: Traveloka) yg > > aku > > >>>>> yakin server dan pengembangnya based in Indonesia, etc. > > >>>>> Aku yakin ada lagi yang lainnya dalam bentuk trade, jasa, dsbnya. > > >>>>> Tapi kan bukan harus server dan pengembangnya harus ada di > Indonesia. > > >>>> Dalam > > >>>>> hal ini, model bisnis dan infrastrukturnya yang penting di disain > utk > > >>>> skala > > >>>>> lebih besar dalam tingkat internasional. > > >>>>> Kalau menurutku, harus segera dimulai dan ada yang berani memulai > dan > > >>>>> tentunya pemerintah bisa mendukung dgn penuh... harus ada yang > dibuat > > >>>>> sebagai contoh project dan kalau berhasil mudah2an bisa menjadi > > >>>>> pembelajaran utk ekspansi... > > >>>>> Intinya: just do it!! (menurutku) > > >>>>> > > >>>>> Salam, > > >>>>> Eddy > > >>>>> > > >>>>> 2016-04-26 0:10 GMT+01:00 Okto Sriyono <[email protected]>: > > >>>>> > > >>>>>> Ibu Indah, > > >>>>>> Tahun 2014 saya menyampaikan makalah di ISIC/PPIUK tentang digital > > >>>>> ekonomi > > >>>>>> - keuntungan ICT bagi ekonomi kreatif Indonesia, berapa besar > > >>>> potensinya > > >>>>>> dan bidang2 apa saja. Terindikasi dari kedatangan boss Facebook ke > > >>>>> Jakarta, > > >>>>>> rela berpanas2 ke pasar tanah abang. > > >>>>>> > > >>>>>> Yang jadi masalah besar sekarang adalah pemerintah Indonesia belum > > >>>> siap, > > >>>>>> perundang-undangan/peraturan belum siap, bahkan banyak yang > > >>> ketinggalan > > >>>>>> jaman. Belum lagi kita bicara tentang sektor keamanan, dan > > >>> contingency > > >>>>>> planning - if thing goes wrong. > > >>>>>> > > >>>>>> Contoh yang masih hangat adalah demo besar-besaran menentang taksi > > >>>> Uber, > > >>>>>> yang akhirnya diakui mentri Luhut bahwa perkembangan teknologi > > begitu > > >>>>>> sangat cepat, jauh lebih cepat dari kemampuan pemerintah > > >>> mempersiapkan > > >>>>>> peraturan. > > >>>>>> > > >>>>>> Concern saya bukan dari opportunity bu, orang Indonesia cukup > > kreatif > > >>>>> kalau > > >>>>>> soal opportunity. Tetapi dalam kesiapan pemerintah menghadapi > > serbuan > > >>>>> besar > > >>>>>> besaran perubahan teknologi, baik dari segi hukum, sosial dan > > >>> ekonomi. > > >>>>>> Contoh demo menentang Uber hanyalah puncak dari gunung es. Contoh > > >>>> lainnya > > >>>>>> yang mudah dijumpai; berapa banyak organisasi pemerintah yang > masih > > >>>>>> menggunakan hotmail, yahoo dan gmail dalam berkomunikasi, yang > > >>>> terkadang > > >>>>>> informasi rahasia. Apa Indonesia punya cyber troops? Seberapa > > kuatkah > > >>>>> cyber > > >>>>>> police Indonesia dalam menghadapi kejahatan digital? Apakah > > >>> menyerahkan > > >>>>>> sepenuhnya pada vendor ICT? Bagaimana bila Indonesia bermasalah > > >>> dengan > > >>>>>> negara asal vendor ICT tersebut? Bagaimana Indonesia menyikapi > > >>>>> perdagangan > > >>>>>> digital? Bagaimana ketegasan dan sanksi pemerintah untuk Bitcoin? > > >>>>> Bagaimana > > >>>>>> bila itu dapakai untuk sarana money laundry dan membanjiri digital > > >>>> market > > >>>>>> di Indonesia? Bagaimana bertransaksi (menjual ke dan membeli dari) > > >>>> dengan > > >>>>>> eBay, PayPal, Amazon, AliExpress/Alibaba di Indonesia? Dan masih > > >>> banyak > > >>>>>> lagi. > > >>>>>> > > >>>>>> > > >>>>>> Itu yang sementara bisa saya sampaikan. > > >>>>>> > > >>>>>> > > >>>>>> Salam, > > >>>>>> > > >>>>>> Okto > > >>>>>> > > >>>>>> > > >>>>>> > > >>>>>> > > >>>>>> *Dum spiro spero.* > > >>>>>> *Omnes viae Romam ducunt.* > > >>>>>> > > >>>>>> 2016-04-24 4:22 GMT+01:00 Indah Morgan via uk <[email protected]>: > > >>>>>> > > >>>>>>> Menjumpai Diaspora Indonesia dan IndoExpat UK, > > >>>>>>> Semoga email ini menjumpai kita semua dalam keadaan sehat > walafiat > > >>>> dan > > >>>>>>> dimudahkan dalam segala urusan. Amin. > > >>>>>>> > > >>>>>>> Potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia sangat besar. > Untuk > > >>>>>>> mendukung potensi ini dan mencapai target pengembangan ekonomi > > >>>> digital, > > >>>>>>> pemerintah menyatakan dalam waktu yang sangat cepat, akan ada > 1000 > > >>>>>>> tecnopreneurs dan developers. > > >>>>>>> Melaui roadmap e-commerce, pemerintah Indonesia juga menargetkan > > >>> bisa > > >>>>>>> menghasilakn industri perdagangan jual beli secara online dengan > > >>>> nilai > > >>>>>>> bisnis USD 130 milliar di tahun 2020 mendatang. > > >>>>>>> Indonesia memiliki sumber untuk mencetak tecnopreneurs dan > > >>> developers > > >>>>>>> tersebut, di luar negeri anak-anak muda Indonesia sudah > > >>>> membuktikannya > > >>>>>>> dengan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan teknologi kelas > > >>>> dunia. > > >>>>>> Di > > >>>>>>> dalam negeri mereka dengan segala keterbatasan berkreasi ada di > > >>>> segala > > >>>>>>> pelosok. Ada yang berhasil memunculkan diri, ada yang belum > > >>> tersentuh > > >>>>> dan > > >>>>>>> masih menjadi mutiara terpendam. > > >>>>>>> > > >>>>>>> Dalam rangaka 17 tahun Radio KBR Jakarta dan mendukung proses > > >>> mencari > > >>>>>>> inspirasi untuk mencapai target Digital Ekonomi 2020, KBR akan > > >>>>>> mengadakan > > >>>>>>> dialog “Road to Digital Economy 2020” yang berlangsung di > Jakarta. > > >>>>>>> Untuk berpartisipasi dan mendukung acara dialog tersebut, Gerakan > > >>>>>> Kebaikan > > >>>>>>> Indonesia akan memilih aspirasi/usulan dari teman-teman diseluruh > > >>>> dunia > > >>>>>> dan > > >>>>>>> bagi yang terpilih akan menjadi perwakilan pada sharing session > > >>>>> diaspora > > >>>>>>> Indonesia yang berlangsung antara Jakarta dengan perwakilan > > >>> diaspora > > >>>>>>> Indonesia yang terpilih dari diberbagai negara melalui video > > >>>>> conference. > > >>>>>>> Informasi lanjut terlampir dan mohon berkenan menyebar luaskan > demi > > >>>>>>> kebaikan Indonesia. > > >>>>>>> Terima kasih, > > >>>>>>> Indah Morgan > > >>>>>>> Koordinator Luar Negeri > > >>>>>>> Gerakan Kebaikan Indonesia > > >>>>>>> +86 186 6886 4011 > > >>>>>>> [email protected] > > >>>>>>> _________________________________________________________________ > > >>>>>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > >>>>>>> > > >>>> > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > > >>>>>>> > > >>>>>> _________________________________________________________________ > > >>>>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > >>>>>> > > >>>> > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com > > >>>>>> > > >>>>> > > >>>>> > > >>>>> > > >>>>> -- > > >>>>> > > >>>>> Regards, > > >>>>> Eddy Manurung > > >>>>> _________________________________________________________________ > > >>>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > >>>>> > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > > >>>>> > > >>>> _________________________________________________________________ > > >>>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > >>>> > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/eddy.manurung%40gmail.com > > >>>> > > >>> > > >>> > > >>> > > >>> -- > > >>> > > >>> Regards, > > >>> Eddy Manurung > > >>> _________________________________________________________________ > > >>> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > >>> > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > > >>> > > >> _________________________________________________________________ > > >> To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > >> http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/malangin < > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/malangin> > > > > > > _________________________________________________________________ > > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/sheila_lestari%40yahoo.com > > < > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/sheila_lestari%40yahoo.com> > > _________________________________________________________________ > > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/okto.sriyono%40gmail.com > > > _________________________________________________________________ > To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: > http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/perry%40ismangil.com > -- -- Perry Ismangil _________________________________________________________________ To unsubscribe or modify your subscription options, please visit: http://lists.indoexpat.org/mailman/options/uk/goriu-uk%40m.gmane.org