cvs: phpdoc-id /chapters tutorial.xml

[email protected] ("Salman AS") Thu, 08 Sep 2005 04:06:08 -0000
Newsgroups php.doc.id
Message-ID <cvssalman1126152368@cvsserver>
--salman1126152368
Content-Type: text/plain

salman		Thu Sep  8 00:06:08 2005 EDT

  Added files:                 
    /phpdoc-id/chapters	tutorial.xml 
  Log:
  Adding chapters/tutorial.xml 
  
  
--salman1126152368
Content-Type: text/plain
Content-Disposition: attachment; filename="salman-20050908000608.txt"


http://cvs.php.net/co.php/phpdoc-id/chapters/tutorial.xml?r=1.1&p=1
Index: phpdoc-id/chapters/tutorial.xml
+++ phpdoc-id/chapters/tutorial.xml
<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- $Revision: 1.1 $ -->
 <chapter id="tutorial">
  <title>Sebuah Pelajaran Sederhana</title>

  <para>
   Di sini kami akan menunjukkan dasar-dasar PHP secara singkat, sebuah
   pelajaran sederhana. Tulisan ini hanya akan membahas pembuatan halaman web
   dinamis dengan PHP, meskipun itu bukan satu-satunya kemampuan PHP. Simak
   bagian yang berjudul <link linkend="intro-whatcando">Apa yang bisa
   dikerjakan oleh PHP</link> untuk penjelasan lebih jauh.
  </para>
  <para>
   Halaman-halaman web yang mengandung skrip PHP dapat diperlakukan seperti
   halaman web biasa. Anda dapat membuat dan mengeditnya sebagaimana Anda
   membuat halaman HTML biasa.
  </para>

  <sect1 id="tutorial.requirements">
   <title>Apa yang Saya perlukan?</title>
   <para>
    Dalam pelajaran ini kami beranggapan bahwa server Anda sudah mendukung PHP
    dan semua file dengan akhiran <filename>.php</filename> akan ditangani
    oleh PHP. Pada kebanyakan server, akhiran ini adalah akhiran default untuk
    file-file PHP, akan tetapi untuk meyakinkan Anda bisa menanyakan pada
    Administrator server. Jika server Anda sudah mendukung PHP, maka Anda
    tidak perlu melakukan apapun. Anda timggal membuat file-file
    <filename>.php</filename>, meletakkannya di direktori web dan server akan
    mengolahnya secara otomatis. Tidak perlu melakukan kompilasi atau
    melakukan instalasi perangkat-perangkat tambahan lain. Bayangkan file-file
    PHP ini sebagai halaman HTML dengan tambahan tag-tag yang memungkinkan
    Anda melakukan hal-hal yang tidak ada dalam HTML. Kebanyakan webhosting
    menawarkan fasilitas PHP, akan tetapi jika webhosting Anda tidak,
    pertimbangkan untuk membaca bagian <ulink url="&url.php.links;">PHP Links
    </ulink> untuk mencari webhosting yang menawarkan PHP.
   </para>
   <para>
    Katakanlah Anda ingin menghemat bandwidth dan mengembangkan aplikasi di
    komputer lokal. Dalam kasus ini, Anda harus menginstall sebuah web server,
    seperti <ulink url="&url.apache;">Apache</ulink>, dan tentu saja <ulink
    url="&url.php.downloads;">PHP</ulink>. Anda biasanya juga ingin menginstal
    sebuah database server, seperti <ulink url="&url.mysql.docs;">MySQL</ulink>.
   </para>
   <para>
    Anda dapat menginstal perangkat ini satu per satu atau memilih cara lain
    yang paling mudah. Panduan kami memuat <link
    linkend="install">Cara Instalasi PHP</link> (dengan anggapan Anda sudah
    menginstal webserver). Bilamana Anda mempunyai masalah saat menginstalasi
    PHP, kami menganjurkan Anda untuk menanyakannya di <ulink
    url="&url.php.mailing-lists;">mailing list instalasi</ulink> kami. Akan
    tetapi jika Anda menginginkan jalan termudah, maka <ulink
    url="&url.installkits;">carilah paket software yang sudah dikonfigurasi
    </ulink> untuk sistem operasi Anda. Paket ini akan secara otomatis
    menginstal semua yang Anda perlukan hanya dengan beberapa langkah mudah.
    Adalah sangat mudah untuk menginstal sebuah webserver dengan dukungan PHP
    pada beberapa sistem operasi, termasuk MacOSX, Linux dan Windows. Di
    dunia Linux, Anda akan merasakan <ulink url="&url.rpmfind;">rpmfind 
    </ulink> dan <ulink url="&url.rpmfind.pbone;">PBone</ulink> sangat 
    membantu untuk mencari paket-paket RPM. Anda mungkin ingin juga mengunjungi 
    <ulink url="&url.apt-get;">apt-get</ulink> untuk mencari paket-paket untuk 
    Debian.
   </para>
  </sect1>

  <sect1 id="tutorial.firstpage">
   <title>Halaman PHP Anda yang pertama</title>
   <para>
    Create a file named <filename>hello.php</filename> and put it
    in your web server's root directory (<varname>DOCUMENT_ROOT</varname>) 
    with the following content:

    Buatlah sebuah file dengan nama <filename>hello.php</filename> dan simpan
    file itu dalam root direktori web server Anda
    (di Apache lihat kata kunci <varname>DOCUMENT_ROOT</varname>) dengan isi
    sebagai berikut:
   </para>
   <para>
    <example>
     <title>Skrip PHP kita yang pertama: <filename>hello.php</filename></title>
     <programlisting role="php">
<![CDATA[
<html>
 <head>
  <title>Test PHP</title>
 </head>
 <body>
 <?php echo '<p>Hello World</p>'; ?>
 </body>
</html>
]]>
     </programlisting>
     <simpara>
      Gunakan web browser untuk mengakses file tersebut dengan alamat URL web
      server Anda, akhiri dengan "/hello.php". Ketika mengembangkan aplikasi
      di komputer lokal URL ini biasanya akan seperti ini
      <literal>http://localhost/hello.php</literal> atau
      <literal>http://127.0.0.1/hello.php</literal> tapi ini juga bergantung
      dengan konfigurasi web server. Apabila semuanya sudah terkonfigurasi
      dengan benar, file ini akan diproses oleh PHP dan hasil berikut ini akan
      dikirim kepada browser Anda:
     </simpara>
     <screen role="html">
<![CDATA[
<html>
 <head>
  <title>Test PHP</title>
 </head>
 <body>
 <p>Hello World</p>
 </body>
</html>
]]>
     </screen>
    </example>
   </para>
   <para>
    Program ini sangat sederhana dan Anda sebenarnya tidak memerlukan PHP
    untuk membuat halaman seperti ini. Ia hanya akan menampilkan:
    <literal>Hello World</literal> menggunakan perintah PHP <function>echo
    </function>. Catat bahwa file tersebut <emphasis>tidak harus executable
    </emphasis> atau berupa file istimewa. Server akan mengetahui bahwa file
    ini harus diterjemahkan oleh PHP sebab menggunakan akhiran ".php", dimana
    server sudah dikonfigurasi untuk memrosesnya dengan PHP. Bayangkan ini
    sebagai sebuah file HTML biasa yang berisi beberapa tag khusus yang bisa
    Anda gunakan untuk melakukan hal-hal menarik.
   </para>
   <para>
    Saat Anda mencoba contoh ini dan tidak mendapatkan hasil sama sekali,
    browser minta konfirmasi download, atau Anda mendapatkan keseluruhan file
    sebagai file text, kemungkinan adalah server Anda belum mendukung PHP,
    atau belum dikonfigurasi dengan benar. Tanyakan pada administrator untuk
    mengaktifkannya untuk Anda menggunakan petunjuk dari bab <link
    linkend="install">Instalasi</link> dalam panduan PHP ini. Apabila Anda
    bekerja dengan komputer lokal, Anda juga harus membaca bab instalasi ini
    untuk meyakinkan segalanya telah dikonfigurasi dengan baik. Yakinkan file
    yang Anda akses adalah melalui protokol http, jadi hasil yang Anda
    dapatkan memang berasal dari web server. Jika Anda mengakses file langsung
    dari filesistem, tentu saja file tersebut tidak akan diproses oleh PHP.
    Apabila masalah ini tidak berhenti, jangan malu-malu menggunakan
    pilihan-pilihan yang disediakan <ulink url="&url.php.support;">PHP support</ulink>.
   </para>
   <para>
    Inti dari contoh di atas adalah menunjukkan format penggunaan tag khusus
    milik PHP. Dalam contoh ini kita menggunakan <literal>&lt;?php</literal>
    untuk memulai perintah-perintah PHP. Kemudian diikuti
    perintah-perintah PHP dan untuk meninggalkan modus PHP dengan mengakhiri
    dengan tanda penutup <literal>?&gt;</literal>. Anda diperbolehkan
    masuk dan keluar dari modus PHP dalam dokumen HTML dengan cara seperti ini
    dimanapun Anda mau. Untuk penjelasan ditel, simak panduan ini di bagian
    <link linkend="language.basic-syntax">Sintaksis PHP dasar</link>.
   </para>
   
   <note>
    <title>Catatan Mengenai Editor Teks</title>
    <para>
     Anda bisa mendapatkan teks editor dan Integrated Development Environments
     (IDEs) yang bisa digunakan untuk membuat, mengedit dan mengelola
     file-file PHP. Daftar tak lengkap perangkat-perangkat seperti ini
     dipelihara di <ulink url="&url.phpeditorlist;">Daftar Editor PHP</ulink>.
    </para>
   </note>
   
   <note>
    <title>Catatan Mengenai Pengolah Kata</title>
    <para>
     Pengolah kata seperti StarOffice Writer, Micrososft Word dan Abiword
     kurang optimal untuk mengedit file-file PHP. Jika Anda menggunakan salah
     satunya untuk membuat contoh-contoh skrip di panduan ini, yakinkan untuk
     menyimpannya sebagai file <emphasis>plain text</emphasis>, sebab jika
     tidak PHP tidak akan bisa membaca dan menjalankan skrip tersebut.
    </para>
   </note>
   
   <note>
    <title>Catatan Tentang Notepad di Windows</title>
    <para>
     Jika Anda menulis skrip PHP menggunakan Notepad, Anda harus yakin telah
     menyimpan file-file teresbut dengan akhiran .php. (Notepad akan
     menambahkan akhiran .txt pada setiap file yang diedit secara otomatis
     kecuali melakukan salah satu langkah berikut untuk mencegahnya.) Ketika
     Anda menyimpan file dan diminta untuk memberikan nama file, berikan nama
     file dalam tanda petik (i.e. "<filename>hello.php</filename>").
     Alternatif lain, klik pada 'Text Documents' drop-down menu di dialog box
     'Save' dan ubah setelan ke "All Files". Kemudian masukkan nama file Anda
     tanpa tanda petik.
    </para>
   </note>
  
   <para>
    Sekarang Anda telah berhasil membuat skrip PHP, saatnya untuk membuat
    skrip PHP yang paling terkenal! Panggil fungsi
    <function>phpinfo</function> dan Anda akan mendapatkan informasi yang
    berlimpah mengenai sistem Anda seperti     <link
    linkend="language.variables.predefined">predefined variables</link>,
    modul-modul PHP yang aktif, dan setelan <link
    linkend="configuration">Konfigurasi</link>. Luangkan sedikit waktu untuk
    mencermati informasi penting ini.
   </para>
   <para>
    <example>
     <title>Mencetak informasi penting dari PHP</title>
     <programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php phpinfo(); ?>
]]>
     </programlisting>
    </example>
   </para>
  </sect1>

  <sect1 id="tutorial.useful">
   <title>Hal yang Berguna</title>
   <para>
    Mari kita melakukan hal yang lebih berguna. Kita akan mencari browser yang
    digunakan oleh pengunjung. Untuk itu, kita akan memeriksa string yang
    dikirim browser sebagai bagian dari request HTTP. Informasi ini disimpan
    dalam <link linkend="language.variables">variabel</link>. Variabel selalu
    disimpan dengan tanda dolar dalam PHP. Variabel yang sedang kita amati
    saat ini adalah <varname>$_SERVER['HTTP_USER_AGENT']</varname>.
   </para>
   <note>
    <para>
     <link linkend="reserved.variables.server">$_SERVER</link> adalah variabel
     khusus yang telah disediakan PHP untuk diisi dengan semua informasi
     mengenai web server. Ia dikenal sebagai sebuah autoglobal (atau
     superglobal). Simak halaman yang berhubungan di <link
     linkend="language.variables.superglobals">superglobals</link> untuk
     informasi yang lebih lengkap. Variabel-variabel khusus ini diperkenalkan
     pada PHP versi <ulink url="&url.php.release4.1.0;">4.1.0</ulink>. Sebelum
     itu, kita harus menggunakan variabel bertipe array
     <varname>$HTTP_*_VARS</varname>, misalnya
     <varname>$HTTP_SERVER_VARS</varname>. Meskipun akan ditinggalkan,
     variabel-variabel lama ini masih bisa dipakai. (Simak juga catatan
     mengenai <link linkend="tutorial.oldcode">kode lama</link>.)
    </para>
   </note>
   <para>
    Untuk menampilkan variabel ini, lakukan:
   </para>
   <para>
    <example>
    <title>Mencetak sebuah variable (Elemen Array)</title>
    <programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php echo $_SERVER['HTTP_USER_AGENT']; ?>
]]>
    </programlisting>
    <para>
     A sample output of this script may be:
     Contoh hasil skrip mungkin seperti ini:
    </para>
    <screen role="html">
Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1)
    </screen>
   </example>
   </para>
   <para>
    Terdapat beberapa <link linkend="language.types">types</link> variabel
    yang bisa Anda gunakan di PHP. Dalam contoh di atas kita mencetak elemen
    <link linkend="language.types.array">Array</link>. Array-array ini akan
    sangat berguna.
   </para>
   <para>
    <varname>$_SERVER</varname> hanyalah salah satu variabel PHP yang bisa
    Anda dapatkan secara otomatis. Daftarnya bisa dilihat dari bagian <link
    linkend="reserved.variables">Reserved Variables</link> panduan ini atau
    Anda juga bisa mendapatkannya secara lengkap dengan melihat hasil fungsi
    <function>phpinfo</function> yang digunakan dalam contoh sebelumnya.
   </para>
   <para>
    Anda dapat meletakkan beberapa perintah PHP dalam sebuah tag PHP dan
    membangun sebuah blok kode yang mengerjakan banyak hal daripada sekedar
    perintah echo. Sebagai contoh, jika Anda ingin memeriksa Internet Explorer
    Anda bisa memakai ini:
   </para>
   <para>
    <example>
     <title>Contoh menggunakan <link
     linkend="language.control-structures">Struktur Kendali
     </link> dan <link linkend="language.functions">Fungsi</link></title>
     <programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php
if (strpos($_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], 'MSIE') !== FALSE) {
    echo 'Anda menggunakan Internet Explorer.<br />';
}
?>
]]>
     </programlisting>
     <para>
      Contoh hasil skrip ini adalah:
     </para>
     <screen role="html">
<![CDATA[
Anda menggunakan Internet Explorer.<br />
]]>
     </screen>
    </example>
   </para>
   <para>
    Di sini kami mengenalkan beberapa konsep baru. Kita mempunyai statemen <link
    linkend="control-structures.if">if</link>. Jika Anda terbiasa dengan
    sintaksis dasar yang digunakan bahasa, mungkin ini tampak masuk akal bagi
    Anda. Tapi jika tidak, Anda mungkin harus membeli sebuah buku pengantar
    pemrograman PHP dan membaca beberapa bab awal, atau baca bagian <link
    linkend="langref">Rujukan Bahasa</link> dalam panduan ini. Anda akan
    menemukan daftar buku-buku PHP di <ulink
    url="&url.php.books;">&url.php.books;</ulink>.
   </para>
   <para>
    Konsep kedua yang kita kenalkan adalah fungsi <function>strpos</function>.
    <function>strpos</function> adalah fungsi yang berada di dalam PHP yang
    berguna untuk mencari sebuah string di dalam string yang lain. Dalam kasus
    ini kita mencari kata <literal>'MSIE'</literal> (disebut needle) di dalam
    <varname>$_SERVER['HTTP_USER_AGENT']</varname> (disebut haystack). Jika
    needle ditemukan di dalam haystack, fungsi ini akan mengembalikan posisi
    needle relatif dari awal haystack. Tapi jika tidak, ia akan mengembalikan
    nilai &false;. Jika ia tidak mengembalikan nilai &false;, maka ekspresi
    <link linkend="control-structures.if">if</link> akan bernilai &true; dan
    perintah-perintah di dalam {kurung kurawal} akan dijalankan. Selain itu,
    maka perintah-perintah tersebut tidak akan dijalankan. Anda bebas membuat
    contoh sangat mirip, menggunakan <link
    linkend="control-structures.if">if</link>, <link
    linkend="control-structures.else">else</link>, dan fungsi-fungsi lain
    seperti <function>strtoupper</function> dan <function>strlen</function>.
    Masing-masing halaman yang menjelaskan fungsi-fungsi tersebut juga
    biasanya berisi contoh-contoh. Apabila Anda tidak yakin cara menggunakan
    sebuah fungsi, Anda tentu ingin membaca bagian panduan <link
    linkend="about.prototypes">bagaimana membaca definisi fungsi</link> dan
    bagian <link linkend="language.functions">Fungsi-fungsi PHP</link>.
   </para>
   <para>
    Kita bisa melangkah lebih jauh lagi dan menunjukkan pada Anda bagaimana
    masuk dan keluar dari modus PHP meskipun di tengah-tengah blok kode PHP:
   </para>
   <para>
    <example>
     <title>Mencampur modus HTML dan PHP</title>
     <programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php
if (strpos($_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], 'MSIE') !== FALSE) {
?>
<h3>strpos() harus mengembalikan nilai non-false</h3>
<p>Anda menggunakan Internet Explorer</p>
<?php
} else {
?>
<h3>strpos() harus mengembalikan false</h3>
<p>Anda tidak menggunakan Internet Explorer</p>
<?php
}
?>
]]>
     </programlisting>
     <para>
      Contoh hasil skrip ini adalah:
     </para>
     <screen role="html">
<![CDATA[
<h3>strpos() harus mengembalikan nilai non-false</h3>
<p>Anda menggunakan Internet Explorer</p>
]]>
     </screen>
    </example>
   </para>
   <para>
    Alih-alih menggunakan statemen PHP echo untuk menampilkan sesuatu, kita
    keluar dari modus PHP dan mengirimkan kode HTML secara langsung. Hal
    penting dan harus diperhatikan adalah tidak ada perubahan yang mendasar
    pada alur logika jalannya skrip. Hanya sebuah blok HTML akan dikirimkan ke
    browser bergantung pada hasil fungsi <function>strpos</function>. Dengan
    kata lain, ia akan dicetak atau tidak bergantung pada ditemukannya string
    <literal>MSIE</literal>.
   </para>
  </sect1>
   
  <sect1 id="tutorial.forms">
   <title>Memakai Forms</title>
   <para>
    Salah satu fitur PHP yang menjadi keistimewaan PHP adalah bagaimana dia
    menangani form-form HTML. Konsep dasar yang paling penting harus dipahami
    adalah setiap elemen form secara otomatis akan didapatkan dalam skrip PHP.
    Silahkan simak panduan di bagian <link
    linkend="language.variables.external">Variable dari luar PHP</link> untuk
    informasi lebih lanjut dan contoh-contoh menggunakan form dengan PHP.
    Berikut ini adalah contoh form HTML:
   </para>
   <para>
    <example>
     <title>Form HTML sederhana</title>
     <programlisting role="html">
<![CDATA[
<form action="action.php" method="post">
 <p>Nama Anda: <input type="text" name="name" /></p>
 <p>Umur Anda: <input type="text" name="age" /></p>
 <p><input type="submit" /></p>
</form>
]]>
     </programlisting>
    </example>
   </para>
   <para>
    Tidak ada yang istimewa dalam form ini. Hanya sebuah form HTML tanpa tag
    khusus apapun. Ketika pengunjung mengisi form ini dan menekan tombol
    submit, skrip <filename>action.php</filename> akan dipanggil. Dalam file
    tersebut Anda akan menulis seperti ini:
   </para>
   <para>
    <example>
     <title>Mencetak data dari form kita</title>
     <programlisting role="php">
<![CDATA[
Hi <?php echo $_POST['name']; ?>.
Anda berumur <?php echo $_POST['age']; ?>.
]]>
     </programlisting>
     <para>
      Contoh hasil skrip kira-kira seperti ini:
     </para>
     <screen role="html">
<![CDATA[
Hi Joe. Anda berumur 22.
]]>
     </screen>
    </example>
   </para>
   <para>
    Sangat jelas apa yang sedang terjadi. Tidak ada yang berlebihan. Variabel
    <varname>$_POST['name']</varname> dan <varname>$_POST['age']</varname>
    secara otomatis akan dibuat oleh PHP. Sebelumnya kita menggunakan
    autoglobal <varname>$_SERVER</varname>, sedangkan di atas kami mengenalkan
    autoglobal <link linkend="reserved.variables.post">$_POST</link> yang
    berisi semua data POST. Perhatikan bagaimana kita memakai
    <emphasis>method</emphasis>  POST dalam form kita. Jika kita menggunakan
    method <emphasis>GET</emphasis> maka informasi yang kita dapatkan dari
    form berada di autoglobal <link
    linkend="reserved.variables.get">$_GET</link>. Anda juga menggunakan
    autoglobal <link linkend="reserved.variables.request">$_REQUEST</link>,
    jika Anda tidak peduli darimana sumber data berasal. Ia berisi gabungan
    data dari GET, POST, dan COOKIE. Simak juga fungsi
    <function>import_request_variables</function>.
   </para>
   <para>
    Anda juga bisa menggunakan XForms dalam PHP, meskipun Anda akan merasa
    nyaman dengan form HTML untuk beberapa waktu ini. Meskipun bekerja dengan
    XForms bukan konsumsi para pemula, tapi mungkin Anda tertarik
    menggunakannya. Kita juga memiliki <link
    linkend="features.xforms">pelajaran singkat menangani data dari XForms</link> di bagian fitur.
   </para>
  </sect1>

  <sect1 id="tutorial.oldcode">
   <title>Menggunakan kode-kode lama dengan versi PHP terbaru</title>
   <para>
    Dewasa ini PHP berkembang menjadi bahasa pemrograman yang populer,
    didukung berbagai repositori publik dan berisi kode-kode yang bisa Anda
    gunakan. Para developer PHP berusaha sekuat tenaga untuk menjaga
    kompatibilitas ke belakang, sehingga skrip yang dibuat untuk versi lama
    akan berjalan mulus (idealnya) tanpa perubahan di versi PHP yang terbaru.
    Kenyataannya, beberapa perubahan memang harus dilakukan.
   </para>
   <para>
    Dua perubahan paling penting yang mempengaruhi kode-kode lama adalah:
    <itemizedlist>
     <listitem>
      <simpara>
       Array yang akan ditinggalkan <varname>$HTTP_*_VARS</varname> (yang
       harus dideklarasikan sebagai global ketika ingin digunakan dalam sebuah
       fungsi atau method). <link
       linkend="language.variables.superglobals">Array autoglobal</link>
       berikut dikenalkan pada PHP <ulink
       url="&url.php.release4.1.0;">4.1.0</ulink>. Yaitu:
       <varname>$_GET</varname>, <varname>$_POST</varname>,
       <varname>$_COOKIE</varname>, <varname>$_SERVER</varname>,
       <varname>$_FILES</varname>, <varname>$_ENV</varname>,
       <varname>$_REQUEST</varname>, dan <varname>$_SESSION</varname>. Array
       <varname>$HTTP_*_VARS</varname>, seperti
       <varname>$HTTP_POST_VARS</varname>, masih ada semenjak PHP 3.
       &avail.register-long-arrays;
      </simpara>
     </listitem>
     <listitem>
      <simpara>
       Variabel eksternal secara default tidak lagi didaftarkan dalam skop
       global. Dengan kata lain, sejak PHP <ulink
       url="&url.php.release4.2.0;">4.2.0</ulink> setelan awal direktif PHP <link
       linkend="ini.register-globals">register_globals</link> adalah
       <emphasis>off</emphasis> di &php.ini;. Cara yang paling disukai untuk
       mengakses nilai-nilai ini adalah melalui array autoglobal yang
       disebutkan di atas. Skrip-skrip lama, buku-buku, dan
       pelajaran-pelajaran mungkin masih sangat mengandalkan direktif ini
       diaktifkan. Apabila ia aktif, sebagai contoh, seseorang bisa
       menggunakan  <varname>$id</varname> pada URL
       <literal>http://www.example.com/foo.php?id=42</literal>. Baik dalam
       kondisi on atau off,  <varname>$_GET['id']</varname> akan selalu bisa
       dipakai.
      </simpara>
     </listitem>
    </itemizedlist>
    Untuk penjelasan ditel mengenai perubahan ini, simak bagian <link
    linkend="language.variables.predefined">predefined variables</link>
    dan kaitan-kaitan yang ada disitu.
   </para>
  </sect1>
  
  <sect1 id="tutorial.whatsnext">
   <title>Selanjutnya Apa?</title>
   <para>
    Dengan pengetahuan baru Anda ini seharusnya Anda akan bisa memahami
    sebagian besar isi panduan dan juga berbagai contoh skrip dalam arsip
    contoh. Anda juga bisa mendapatkan contoh-contoh lain dari situs php.net
    bagian links: <ulink url="&url.php.links;">&url.php.links;</ulink>.
   </para>
   <para>
    Untuk membaca berbagai slide presentasi yang menunjukkan apa saja yang bisa
    dikerjakan oleh PHP, simak situs PHP Conference Material: <ulink
    url="&url.php.conf;"> &url.php.conf;</ulink> dan <ulink
    url="&url.php.talks;">&url.php.talks; </ulink>.
   </para>
  </sect1>
 </chapter>

<!-- Keep this comment at the end of the file
Local variables:
mode: sgml
sgml-omittag:t
sgml-shorttag:t
sgml-minimize-attributes:nil
sgml-always-quote-attributes:t
sgml-indent-step:1
sgml-indent-data:t
indent-tabs-mode:nil
sgml-parent-document:nil
sgml-default-dtd-file:"../../manual.ced"
sgml-exposed-tags:nil
sgml-local-catalogs:nil
sgml-local-ecat-files:nil
End:
vim600: syn=xml fen fdm=syntax fdl=2 si
vim: et tw=78 syn=sgml
vi: ts=1 sw=1
-->


--salman1126152368--