cvs: phpdoc-id /chapters tutorial.xml
[email protected] ("Salman AS") Thu, 08 Sep 2005 04:06:08 -0000
| Newsgroups | php.doc.id |
|---|---|
| Message-ID | <cvssalman1126152368@cvsserver> |
--salman1126152368
Content-Type: text/plain
salman Thu Sep 8 00:06:08 2005 EDT
Added files:
/phpdoc-id/chapters tutorial.xml
Log:
Adding chapters/tutorial.xml
--salman1126152368
Content-Type: text/plain
Content-Disposition: attachment; filename="salman-20050908000608.txt"
http://cvs.php.net/co.php/phpdoc-id/chapters/tutorial.xml?r=1.1&p=1
Index: phpdoc-id/chapters/tutorial.xml
+++ phpdoc-id/chapters/tutorial.xml
<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- $Revision: 1.1 $ -->
<chapter id="tutorial">
<title>Sebuah Pelajaran Sederhana</title>
<para>
Di sini kami akan menunjukkan dasar-dasar PHP secara singkat, sebuah
pelajaran sederhana. Tulisan ini hanya akan membahas pembuatan halaman web
dinamis dengan PHP, meskipun itu bukan satu-satunya kemampuan PHP. Simak
bagian yang berjudul <link linkend="intro-whatcando">Apa yang bisa
dikerjakan oleh PHP</link> untuk penjelasan lebih jauh.
</para>
<para>
Halaman-halaman web yang mengandung skrip PHP dapat diperlakukan seperti
halaman web biasa. Anda dapat membuat dan mengeditnya sebagaimana Anda
membuat halaman HTML biasa.
</para>
<sect1 id="tutorial.requirements">
<title>Apa yang Saya perlukan?</title>
<para>
Dalam pelajaran ini kami beranggapan bahwa server Anda sudah mendukung PHP
dan semua file dengan akhiran <filename>.php</filename> akan ditangani
oleh PHP. Pada kebanyakan server, akhiran ini adalah akhiran default untuk
file-file PHP, akan tetapi untuk meyakinkan Anda bisa menanyakan pada
Administrator server. Jika server Anda sudah mendukung PHP, maka Anda
tidak perlu melakukan apapun. Anda timggal membuat file-file
<filename>.php</filename>, meletakkannya di direktori web dan server akan
mengolahnya secara otomatis. Tidak perlu melakukan kompilasi atau
melakukan instalasi perangkat-perangkat tambahan lain. Bayangkan file-file
PHP ini sebagai halaman HTML dengan tambahan tag-tag yang memungkinkan
Anda melakukan hal-hal yang tidak ada dalam HTML. Kebanyakan webhosting
menawarkan fasilitas PHP, akan tetapi jika webhosting Anda tidak,
pertimbangkan untuk membaca bagian <ulink url="&url.php.links;">PHP Links
</ulink> untuk mencari webhosting yang menawarkan PHP.
</para>
<para>
Katakanlah Anda ingin menghemat bandwidth dan mengembangkan aplikasi di
komputer lokal. Dalam kasus ini, Anda harus menginstall sebuah web server,
seperti <ulink url="&url.apache;">Apache</ulink>, dan tentu saja <ulink
url="&url.php.downloads;">PHP</ulink>. Anda biasanya juga ingin menginstal
sebuah database server, seperti <ulink url="&url.mysql.docs;">MySQL</ulink>.
</para>
<para>
Anda dapat menginstal perangkat ini satu per satu atau memilih cara lain
yang paling mudah. Panduan kami memuat <link
linkend="install">Cara Instalasi PHP</link> (dengan anggapan Anda sudah
menginstal webserver). Bilamana Anda mempunyai masalah saat menginstalasi
PHP, kami menganjurkan Anda untuk menanyakannya di <ulink
url="&url.php.mailing-lists;">mailing list instalasi</ulink> kami. Akan
tetapi jika Anda menginginkan jalan termudah, maka <ulink
url="&url.installkits;">carilah paket software yang sudah dikonfigurasi
</ulink> untuk sistem operasi Anda. Paket ini akan secara otomatis
menginstal semua yang Anda perlukan hanya dengan beberapa langkah mudah.
Adalah sangat mudah untuk menginstal sebuah webserver dengan dukungan PHP
pada beberapa sistem operasi, termasuk MacOSX, Linux dan Windows. Di
dunia Linux, Anda akan merasakan <ulink url="&url.rpmfind;">rpmfind
</ulink> dan <ulink url="&url.rpmfind.pbone;">PBone</ulink> sangat
membantu untuk mencari paket-paket RPM. Anda mungkin ingin juga mengunjungi
<ulink url="&url.apt-get;">apt-get</ulink> untuk mencari paket-paket untuk
Debian.
</para>
</sect1>
<sect1 id="tutorial.firstpage">
<title>Halaman PHP Anda yang pertama</title>
<para>
Create a file named <filename>hello.php</filename> and put it
in your web server's root directory (<varname>DOCUMENT_ROOT</varname>)
with the following content:
Buatlah sebuah file dengan nama <filename>hello.php</filename> dan simpan
file itu dalam root direktori web server Anda
(di Apache lihat kata kunci <varname>DOCUMENT_ROOT</varname>) dengan isi
sebagai berikut:
</para>
<para>
<example>
<title>Skrip PHP kita yang pertama: <filename>hello.php</filename></title>
<programlisting role="php">
<![CDATA[
<html>
<head>
<title>Test PHP</title>
</head>
<body>
<?php echo '<p>Hello World</p>'; ?>
</body>
</html>
]]>
</programlisting>
<simpara>
Gunakan web browser untuk mengakses file tersebut dengan alamat URL web
server Anda, akhiri dengan "/hello.php". Ketika mengembangkan aplikasi
di komputer lokal URL ini biasanya akan seperti ini
<literal>http://localhost/hello.php</literal> atau
<literal>http://127.0.0.1/hello.php</literal> tapi ini juga bergantung
dengan konfigurasi web server. Apabila semuanya sudah terkonfigurasi
dengan benar, file ini akan diproses oleh PHP dan hasil berikut ini akan
dikirim kepada browser Anda:
</simpara>
<screen role="html">
<![CDATA[
<html>
<head>
<title>Test PHP</title>
</head>
<body>
<p>Hello World</p>
</body>
</html>
]]>
</screen>
</example>
</para>
<para>
Program ini sangat sederhana dan Anda sebenarnya tidak memerlukan PHP
untuk membuat halaman seperti ini. Ia hanya akan menampilkan:
<literal>Hello World</literal> menggunakan perintah PHP <function>echo
</function>. Catat bahwa file tersebut <emphasis>tidak harus executable
</emphasis> atau berupa file istimewa. Server akan mengetahui bahwa file
ini harus diterjemahkan oleh PHP sebab menggunakan akhiran ".php", dimana
server sudah dikonfigurasi untuk memrosesnya dengan PHP. Bayangkan ini
sebagai sebuah file HTML biasa yang berisi beberapa tag khusus yang bisa
Anda gunakan untuk melakukan hal-hal menarik.
</para>
<para>
Saat Anda mencoba contoh ini dan tidak mendapatkan hasil sama sekali,
browser minta konfirmasi download, atau Anda mendapatkan keseluruhan file
sebagai file text, kemungkinan adalah server Anda belum mendukung PHP,
atau belum dikonfigurasi dengan benar. Tanyakan pada administrator untuk
mengaktifkannya untuk Anda menggunakan petunjuk dari bab <link
linkend="install">Instalasi</link> dalam panduan PHP ini. Apabila Anda
bekerja dengan komputer lokal, Anda juga harus membaca bab instalasi ini
untuk meyakinkan segalanya telah dikonfigurasi dengan baik. Yakinkan file
yang Anda akses adalah melalui protokol http, jadi hasil yang Anda
dapatkan memang berasal dari web server. Jika Anda mengakses file langsung
dari filesistem, tentu saja file tersebut tidak akan diproses oleh PHP.
Apabila masalah ini tidak berhenti, jangan malu-malu menggunakan
pilihan-pilihan yang disediakan <ulink url="&url.php.support;">PHP support</ulink>.
</para>
<para>
Inti dari contoh di atas adalah menunjukkan format penggunaan tag khusus
milik PHP. Dalam contoh ini kita menggunakan <literal><?php</literal>
untuk memulai perintah-perintah PHP. Kemudian diikuti
perintah-perintah PHP dan untuk meninggalkan modus PHP dengan mengakhiri
dengan tanda penutup <literal>?></literal>. Anda diperbolehkan
masuk dan keluar dari modus PHP dalam dokumen HTML dengan cara seperti ini
dimanapun Anda mau. Untuk penjelasan ditel, simak panduan ini di bagian
<link linkend="language.basic-syntax">Sintaksis PHP dasar</link>.
</para>
<note>
<title>Catatan Mengenai Editor Teks</title>
<para>
Anda bisa mendapatkan teks editor dan Integrated Development Environments
(IDEs) yang bisa digunakan untuk membuat, mengedit dan mengelola
file-file PHP. Daftar tak lengkap perangkat-perangkat seperti ini
dipelihara di <ulink url="&url.phpeditorlist;">Daftar Editor PHP</ulink>.
</para>
</note>
<note>
<title>Catatan Mengenai Pengolah Kata</title>
<para>
Pengolah kata seperti StarOffice Writer, Micrososft Word dan Abiword
kurang optimal untuk mengedit file-file PHP. Jika Anda menggunakan salah
satunya untuk membuat contoh-contoh skrip di panduan ini, yakinkan untuk
menyimpannya sebagai file <emphasis>plain text</emphasis>, sebab jika
tidak PHP tidak akan bisa membaca dan menjalankan skrip tersebut.
</para>
</note>
<note>
<title>Catatan Tentang Notepad di Windows</title>
<para>
Jika Anda menulis skrip PHP menggunakan Notepad, Anda harus yakin telah
menyimpan file-file teresbut dengan akhiran .php. (Notepad akan
menambahkan akhiran .txt pada setiap file yang diedit secara otomatis
kecuali melakukan salah satu langkah berikut untuk mencegahnya.) Ketika
Anda menyimpan file dan diminta untuk memberikan nama file, berikan nama
file dalam tanda petik (i.e. "<filename>hello.php</filename>").
Alternatif lain, klik pada 'Text Documents' drop-down menu di dialog box
'Save' dan ubah setelan ke "All Files". Kemudian masukkan nama file Anda
tanpa tanda petik.
</para>
</note>
<para>
Sekarang Anda telah berhasil membuat skrip PHP, saatnya untuk membuat
skrip PHP yang paling terkenal! Panggil fungsi
<function>phpinfo</function> dan Anda akan mendapatkan informasi yang
berlimpah mengenai sistem Anda seperti <link
linkend="language.variables.predefined">predefined variables</link>,
modul-modul PHP yang aktif, dan setelan <link
linkend="configuration">Konfigurasi</link>. Luangkan sedikit waktu untuk
mencermati informasi penting ini.
</para>
<para>
<example>
<title>Mencetak informasi penting dari PHP</title>
<programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php phpinfo(); ?>
]]>
</programlisting>
</example>
</para>
</sect1>
<sect1 id="tutorial.useful">
<title>Hal yang Berguna</title>
<para>
Mari kita melakukan hal yang lebih berguna. Kita akan mencari browser yang
digunakan oleh pengunjung. Untuk itu, kita akan memeriksa string yang
dikirim browser sebagai bagian dari request HTTP. Informasi ini disimpan
dalam <link linkend="language.variables">variabel</link>. Variabel selalu
disimpan dengan tanda dolar dalam PHP. Variabel yang sedang kita amati
saat ini adalah <varname>$_SERVER['HTTP_USER_AGENT']</varname>.
</para>
<note>
<para>
<link linkend="reserved.variables.server">$_SERVER</link> adalah variabel
khusus yang telah disediakan PHP untuk diisi dengan semua informasi
mengenai web server. Ia dikenal sebagai sebuah autoglobal (atau
superglobal). Simak halaman yang berhubungan di <link
linkend="language.variables.superglobals">superglobals</link> untuk
informasi yang lebih lengkap. Variabel-variabel khusus ini diperkenalkan
pada PHP versi <ulink url="&url.php.release4.1.0;">4.1.0</ulink>. Sebelum
itu, kita harus menggunakan variabel bertipe array
<varname>$HTTP_*_VARS</varname>, misalnya
<varname>$HTTP_SERVER_VARS</varname>. Meskipun akan ditinggalkan,
variabel-variabel lama ini masih bisa dipakai. (Simak juga catatan
mengenai <link linkend="tutorial.oldcode">kode lama</link>.)
</para>
</note>
<para>
Untuk menampilkan variabel ini, lakukan:
</para>
<para>
<example>
<title>Mencetak sebuah variable (Elemen Array)</title>
<programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php echo $_SERVER['HTTP_USER_AGENT']; ?>
]]>
</programlisting>
<para>
A sample output of this script may be:
Contoh hasil skrip mungkin seperti ini:
</para>
<screen role="html">
Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1)
</screen>
</example>
</para>
<para>
Terdapat beberapa <link linkend="language.types">types</link> variabel
yang bisa Anda gunakan di PHP. Dalam contoh di atas kita mencetak elemen
<link linkend="language.types.array">Array</link>. Array-array ini akan
sangat berguna.
</para>
<para>
<varname>$_SERVER</varname> hanyalah salah satu variabel PHP yang bisa
Anda dapatkan secara otomatis. Daftarnya bisa dilihat dari bagian <link
linkend="reserved.variables">Reserved Variables</link> panduan ini atau
Anda juga bisa mendapatkannya secara lengkap dengan melihat hasil fungsi
<function>phpinfo</function> yang digunakan dalam contoh sebelumnya.
</para>
<para>
Anda dapat meletakkan beberapa perintah PHP dalam sebuah tag PHP dan
membangun sebuah blok kode yang mengerjakan banyak hal daripada sekedar
perintah echo. Sebagai contoh, jika Anda ingin memeriksa Internet Explorer
Anda bisa memakai ini:
</para>
<para>
<example>
<title>Contoh menggunakan <link
linkend="language.control-structures">Struktur Kendali
</link> dan <link linkend="language.functions">Fungsi</link></title>
<programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php
if (strpos($_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], 'MSIE') !== FALSE) {
echo 'Anda menggunakan Internet Explorer.<br />';
}
?>
]]>
</programlisting>
<para>
Contoh hasil skrip ini adalah:
</para>
<screen role="html">
<![CDATA[
Anda menggunakan Internet Explorer.<br />
]]>
</screen>
</example>
</para>
<para>
Di sini kami mengenalkan beberapa konsep baru. Kita mempunyai statemen <link
linkend="control-structures.if">if</link>. Jika Anda terbiasa dengan
sintaksis dasar yang digunakan bahasa, mungkin ini tampak masuk akal bagi
Anda. Tapi jika tidak, Anda mungkin harus membeli sebuah buku pengantar
pemrograman PHP dan membaca beberapa bab awal, atau baca bagian <link
linkend="langref">Rujukan Bahasa</link> dalam panduan ini. Anda akan
menemukan daftar buku-buku PHP di <ulink
url="&url.php.books;">&url.php.books;</ulink>.
</para>
<para>
Konsep kedua yang kita kenalkan adalah fungsi <function>strpos</function>.
<function>strpos</function> adalah fungsi yang berada di dalam PHP yang
berguna untuk mencari sebuah string di dalam string yang lain. Dalam kasus
ini kita mencari kata <literal>'MSIE'</literal> (disebut needle) di dalam
<varname>$_SERVER['HTTP_USER_AGENT']</varname> (disebut haystack). Jika
needle ditemukan di dalam haystack, fungsi ini akan mengembalikan posisi
needle relatif dari awal haystack. Tapi jika tidak, ia akan mengembalikan
nilai &false;. Jika ia tidak mengembalikan nilai &false;, maka ekspresi
<link linkend="control-structures.if">if</link> akan bernilai &true; dan
perintah-perintah di dalam {kurung kurawal} akan dijalankan. Selain itu,
maka perintah-perintah tersebut tidak akan dijalankan. Anda bebas membuat
contoh sangat mirip, menggunakan <link
linkend="control-structures.if">if</link>, <link
linkend="control-structures.else">else</link>, dan fungsi-fungsi lain
seperti <function>strtoupper</function> dan <function>strlen</function>.
Masing-masing halaman yang menjelaskan fungsi-fungsi tersebut juga
biasanya berisi contoh-contoh. Apabila Anda tidak yakin cara menggunakan
sebuah fungsi, Anda tentu ingin membaca bagian panduan <link
linkend="about.prototypes">bagaimana membaca definisi fungsi</link> dan
bagian <link linkend="language.functions">Fungsi-fungsi PHP</link>.
</para>
<para>
Kita bisa melangkah lebih jauh lagi dan menunjukkan pada Anda bagaimana
masuk dan keluar dari modus PHP meskipun di tengah-tengah blok kode PHP:
</para>
<para>
<example>
<title>Mencampur modus HTML dan PHP</title>
<programlisting role="php">
<![CDATA[
<?php
if (strpos($_SERVER['HTTP_USER_AGENT'], 'MSIE') !== FALSE) {
?>
<h3>strpos() harus mengembalikan nilai non-false</h3>
<p>Anda menggunakan Internet Explorer</p>
<?php
} else {
?>
<h3>strpos() harus mengembalikan false</h3>
<p>Anda tidak menggunakan Internet Explorer</p>
<?php
}
?>
]]>
</programlisting>
<para>
Contoh hasil skrip ini adalah:
</para>
<screen role="html">
<![CDATA[
<h3>strpos() harus mengembalikan nilai non-false</h3>
<p>Anda menggunakan Internet Explorer</p>
]]>
</screen>
</example>
</para>
<para>
Alih-alih menggunakan statemen PHP echo untuk menampilkan sesuatu, kita
keluar dari modus PHP dan mengirimkan kode HTML secara langsung. Hal
penting dan harus diperhatikan adalah tidak ada perubahan yang mendasar
pada alur logika jalannya skrip. Hanya sebuah blok HTML akan dikirimkan ke
browser bergantung pada hasil fungsi <function>strpos</function>. Dengan
kata lain, ia akan dicetak atau tidak bergantung pada ditemukannya string
<literal>MSIE</literal>.
</para>
</sect1>
<sect1 id="tutorial.forms">
<title>Memakai Forms</title>
<para>
Salah satu fitur PHP yang menjadi keistimewaan PHP adalah bagaimana dia
menangani form-form HTML. Konsep dasar yang paling penting harus dipahami
adalah setiap elemen form secara otomatis akan didapatkan dalam skrip PHP.
Silahkan simak panduan di bagian <link
linkend="language.variables.external">Variable dari luar PHP</link> untuk
informasi lebih lanjut dan contoh-contoh menggunakan form dengan PHP.
Berikut ini adalah contoh form HTML:
</para>
<para>
<example>
<title>Form HTML sederhana</title>
<programlisting role="html">
<![CDATA[
<form action="action.php" method="post">
<p>Nama Anda: <input type="text" name="name" /></p>
<p>Umur Anda: <input type="text" name="age" /></p>
<p><input type="submit" /></p>
</form>
]]>
</programlisting>
</example>
</para>
<para>
Tidak ada yang istimewa dalam form ini. Hanya sebuah form HTML tanpa tag
khusus apapun. Ketika pengunjung mengisi form ini dan menekan tombol
submit, skrip <filename>action.php</filename> akan dipanggil. Dalam file
tersebut Anda akan menulis seperti ini:
</para>
<para>
<example>
<title>Mencetak data dari form kita</title>
<programlisting role="php">
<![CDATA[
Hi <?php echo $_POST['name']; ?>.
Anda berumur <?php echo $_POST['age']; ?>.
]]>
</programlisting>
<para>
Contoh hasil skrip kira-kira seperti ini:
</para>
<screen role="html">
<![CDATA[
Hi Joe. Anda berumur 22.
]]>
</screen>
</example>
</para>
<para>
Sangat jelas apa yang sedang terjadi. Tidak ada yang berlebihan. Variabel
<varname>$_POST['name']</varname> dan <varname>$_POST['age']</varname>
secara otomatis akan dibuat oleh PHP. Sebelumnya kita menggunakan
autoglobal <varname>$_SERVER</varname>, sedangkan di atas kami mengenalkan
autoglobal <link linkend="reserved.variables.post">$_POST</link> yang
berisi semua data POST. Perhatikan bagaimana kita memakai
<emphasis>method</emphasis> POST dalam form kita. Jika kita menggunakan
method <emphasis>GET</emphasis> maka informasi yang kita dapatkan dari
form berada di autoglobal <link
linkend="reserved.variables.get">$_GET</link>. Anda juga menggunakan
autoglobal <link linkend="reserved.variables.request">$_REQUEST</link>,
jika Anda tidak peduli darimana sumber data berasal. Ia berisi gabungan
data dari GET, POST, dan COOKIE. Simak juga fungsi
<function>import_request_variables</function>.
</para>
<para>
Anda juga bisa menggunakan XForms dalam PHP, meskipun Anda akan merasa
nyaman dengan form HTML untuk beberapa waktu ini. Meskipun bekerja dengan
XForms bukan konsumsi para pemula, tapi mungkin Anda tertarik
menggunakannya. Kita juga memiliki <link
linkend="features.xforms">pelajaran singkat menangani data dari XForms</link> di bagian fitur.
</para>
</sect1>
<sect1 id="tutorial.oldcode">
<title>Menggunakan kode-kode lama dengan versi PHP terbaru</title>
<para>
Dewasa ini PHP berkembang menjadi bahasa pemrograman yang populer,
didukung berbagai repositori publik dan berisi kode-kode yang bisa Anda
gunakan. Para developer PHP berusaha sekuat tenaga untuk menjaga
kompatibilitas ke belakang, sehingga skrip yang dibuat untuk versi lama
akan berjalan mulus (idealnya) tanpa perubahan di versi PHP yang terbaru.
Kenyataannya, beberapa perubahan memang harus dilakukan.
</para>
<para>
Dua perubahan paling penting yang mempengaruhi kode-kode lama adalah:
<itemizedlist>
<listitem>
<simpara>
Array yang akan ditinggalkan <varname>$HTTP_*_VARS</varname> (yang
harus dideklarasikan sebagai global ketika ingin digunakan dalam sebuah
fungsi atau method). <link
linkend="language.variables.superglobals">Array autoglobal</link>
berikut dikenalkan pada PHP <ulink
url="&url.php.release4.1.0;">4.1.0</ulink>. Yaitu:
<varname>$_GET</varname>, <varname>$_POST</varname>,
<varname>$_COOKIE</varname>, <varname>$_SERVER</varname>,
<varname>$_FILES</varname>, <varname>$_ENV</varname>,
<varname>$_REQUEST</varname>, dan <varname>$_SESSION</varname>. Array
<varname>$HTTP_*_VARS</varname>, seperti
<varname>$HTTP_POST_VARS</varname>, masih ada semenjak PHP 3.
&avail.register-long-arrays;
</simpara>
</listitem>
<listitem>
<simpara>
Variabel eksternal secara default tidak lagi didaftarkan dalam skop
global. Dengan kata lain, sejak PHP <ulink
url="&url.php.release4.2.0;">4.2.0</ulink> setelan awal direktif PHP <link
linkend="ini.register-globals">register_globals</link> adalah
<emphasis>off</emphasis> di &php.ini;. Cara yang paling disukai untuk
mengakses nilai-nilai ini adalah melalui array autoglobal yang
disebutkan di atas. Skrip-skrip lama, buku-buku, dan
pelajaran-pelajaran mungkin masih sangat mengandalkan direktif ini
diaktifkan. Apabila ia aktif, sebagai contoh, seseorang bisa
menggunakan <varname>$id</varname> pada URL
<literal>http://www.example.com/foo.php?id=42</literal>. Baik dalam
kondisi on atau off, <varname>$_GET['id']</varname> akan selalu bisa
dipakai.
</simpara>
</listitem>
</itemizedlist>
Untuk penjelasan ditel mengenai perubahan ini, simak bagian <link
linkend="language.variables.predefined">predefined variables</link>
dan kaitan-kaitan yang ada disitu.
</para>
</sect1>
<sect1 id="tutorial.whatsnext">
<title>Selanjutnya Apa?</title>
<para>
Dengan pengetahuan baru Anda ini seharusnya Anda akan bisa memahami
sebagian besar isi panduan dan juga berbagai contoh skrip dalam arsip
contoh. Anda juga bisa mendapatkan contoh-contoh lain dari situs php.net
bagian links: <ulink url="&url.php.links;">&url.php.links;</ulink>.
</para>
<para>
Untuk membaca berbagai slide presentasi yang menunjukkan apa saja yang bisa
dikerjakan oleh PHP, simak situs PHP Conference Material: <ulink
url="&url.php.conf;"> &url.php.conf;</ulink> dan <ulink
url="&url.php.talks;">&url.php.talks; </ulink>.
</para>
</sect1>
</chapter>
<!-- Keep this comment at the end of the file
Local variables:
mode: sgml
sgml-omittag:t
sgml-shorttag:t
sgml-minimize-attributes:nil
sgml-always-quote-attributes:t
sgml-indent-step:1
sgml-indent-data:t
indent-tabs-mode:nil
sgml-parent-document:nil
sgml-default-dtd-file:"../../manual.ced"
sgml-exposed-tags:nil
sgml-local-catalogs:nil
sgml-local-ecat-files:nil
End:
vim600: syn=xml fen fdm=syntax fdl=2 si
vim: et tw=78 syn=sgml
vi: ts=1 sw=1
-->
--salman1126152368--